Keras! Ini Pernyataan Imam Besar FPI Terhadap Sikap Presiden Jokowi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Keras! Ini Pernyataan Imam Besar FPI Terhadap Sikap Presiden Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah membuat pernyataan soal rencana aksi besar-besaran yang bakal dilakukan oleh sejumlah ormas Islam tanah air pada 4 november mendatang.

Demo tersebut, untuk menuntut proses hukum terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur Jakarta, Basuki T Purnama atau Ahok.

Ada tiga pernyataan Presiden menanggapi Aksi 4 november ini,

  1. Demonstrasi adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak
  2.  Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun.
  3. Pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum.

Menanggapi itu, Imam Besar FPI Habib Rizieq menegaskan sikap Presiden Jokowi tak mencerminkan keberpihakan pada umat Islam yang agamanya merasa dilecehkan karena pernyataan Ahok soal Al-Maidah 51 beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu.

Jokowi, menurut Rizieq, hanya berkutat pada aksi demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan pada 4 November 2016 ini.

Berikut pernyataan lengkap Habib Rizieq yang diposting lewat akun Facebooknya, Selasa (1/11/2016).

SIKAP IMAM BESAR FPI HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB TERHADAP SIKAP PRESIDEN JOKOWI TERKAIT AKSI BELA ISLAM 4 NOVEMBER 2016

1. Presiden Jokowi begitu sangat sigap dan semangat menyikapi rencana Aksi Bela Islam 4 November 2016 yang akan dilaksanankan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), tapi dalam Kasus Penistaan Agama yang dilakukan AHOK, tidak bersikap sama sekali, bahkan diam seribu bahasa.

2. AKSI BELA ISLAM Jum’at 4 November 2016 adalah Aksi Damai untuk Penegakan Hukum, bukan Aksi Merusak untuk Pemaksaan Kehendak. Justru Presiden Jokowi yang telah MERUSAK Kedaulatan Hukum & Konstitusi NKRI dengan MEMAKSAKAN KEHENDAK untuk membela dan melindungi PELANGGAR HUKUM.

3. Hak Penyampaian Pendapat telah dijamin Undang-Undang, bukan dijamin Rezim Jokowi. Jika benar Pemerintahan Jokowi mengutamakan Ketertiban Umum, kenapa Rezim Jokowi NGOTOT melindungi dan membela PENISTA AGAMA ???!!!

4. Para Tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) sudah sepakat instruksikan umat Islam agar AKSI DAMAI dan JIHAD KONSTITUSIONAL untuk membela Agama dan Negara, tapi jika umat Islam diperlakukan represif secara biadab dan keji serta zalim, maka umat Islam wajib MEMBELA DIRI dengan melakukan JIHAD perlawanan sampai tetes darah yang terakhir.

5. Tolak POLITISASI Kasus Penistaan Agama yang dilakukan AHOK, sehingga tidak boleh diselesaikan dengan loby-loby politik antar Presiden dengan Para Pimpinan Partai Politik, akan tetapi harus diselesaikan secara hukum, karena Indonesia adalah NEGARA HUKUM.

Jakarta, 31 Oktober 2016
Hb. Muhammad Rizieq Syihab
Imam Besar FPI

To Top