Garap Kasus Pilkada Buton, KPK Periksa Hamdan Zoelva – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Garap Kasus Pilkada Buton, KPK Periksa Hamdan Zoelva

mulyadi-diperiksa-kpk-untuk-tersangka-kakak-saipul-jamil-FUN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan terkait kasus suap sengketa Pilkada Buton yang melibatkan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun.

Dalam kasus ini, Umar Samiun telah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Hari ini, Rabu (2/11) penyidik KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

Nama-nama para saksi yang diperiksa tertera dipapan informasi KPK.

Keenam orang saksi tersebut yakni, Hamdan Zoelva (Mantan Ketua MK), Muhammad Alim (Mantan Hakim MK), La Uku (Mantan Calon Bupati Buton), La Dani (Mantan Calon Wakil Bupati Buton), I Gede Chandrayasa Hartawan (Kepala Cabang Bank Mandiri Prioritas), Andri Antoni (Kepala Cabang Bank Mandiri Pontianak Diponegoro).

Untuk kasus ini, Hamdan Zoelva dan Muhammad Alim berperan sebagai hakim anggota di MK yang diketuai oleh Akil Mochtar.

Sedangkan La Uku dan Dani merupakan pasangan calon bupati dan wakil bupati buton saat itu.

Sebelumnya, Akil Mochtar pada kasus ini diduga menerima suap Rp 1 miliar dari Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun serta dari pihak lainnya, telah divonis seumur hidup.

Umar Samiun mengaku pernah memberikan uang Rp 1 miliar untuk Akil pada 2012. Hal itu disampaikan saat dia bersaksi pada sidang Akil.

Menurut Samsu, pemberian uang Rp 1 miliar itu berkaitan dengan sengketa Pilkada Buton yang bergulir di MK.

“Saya transfer ke CV Ratu Samagat, Rp 1 miliar,” kata Umar Samiun ketika bersaksi dalam persidangan terdakwa Akil Mochtar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 4 Maret 2014 lalu.

Praktik dugaan suap ini bermula dari pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar pada Agustus 2011.

Dalam pilkada tersebut terdapat 9 Pasangan calon yang ikut bertarung.

Mereka adalah Agus Feisal Hidayat-Yaudu Salam Ajo, Ali La Opa-La Diri, Azhari-Naba Kasim, Jaliman Mady-Muh Saleh Ganiru, Samsu Umar Abdul Samiun-La Bakry, La Sita-Zuliadi, La Ode M Syafrin Hanamu-Ali Hamid, Edy Karno-Zainuddin, serta pasangan Abdul Hasan-Buton Achmad.

Berdasar penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton, pasangan yang menang adalah Agus Feisal Hidayat-Yaudu Salam Ajo.

Tak terima keputusan tersebut, pasangan Lauku-Dani, Umar Samiun-La Bakry, serta Abdul Hasan-Buton Achmad menggugat surat keputusan KPU ke MK.

Setelah disidang, MK membatalkan putusan tersebut dan memerintahkan KPU Buton untuk melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual serta melakukan pemungutan suara ulang.

Pada 24 Juli 2012, MK memutus Umar Samiun-La Bakry menjadi pemenang Pilkada Buton. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top