Presiden Diminta Tak Remehkan Tekanan Publik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Presiden Diminta Tak Remehkan Tekanan Publik

jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Profesor Siti Zuhro mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak meremehkan tekanan publik. Sebab menurut Siti, banyak contoh di negeri ini, meremahkan tekanan publik atau people power bisa menjatuhkan para politikus dari kursi kekuasaannya.

“Untuk kasus penistaan Al-Quran agar pemerintah segera memproses Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok secara hukum yang melahirkan tekanan publik luar biasa saat ini, pemerintah atau presiden tidak boleh meremehkannya. Sudah banyak contoh politikus jatuh karena desakan publik yang menuntut keadilan,” kata Siti, di Jakarta, Rabu (2/11).

Contoh tekanan publik yang sanggup menjatuhkan dan menggagalkan seseorang dari jabatannya di era Jokowi lanjutnya, lengsernya Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR dan gagalnya Budi Gunawan jadi Kapolri. “Itu semua terjadi karena tekanan publik,” tegasnya.

Kalau kondisi seperti ini dibiarkan terus-menerus dan tekanan publik semakin meluas ujar Siti, akhirnya partai politik pendukung Presiden Jokowi akan ngeper juga dan mundur satu persatu karena tidak akan ada yang sanggup melawan tekanan publik yang menuntut keadilan.

“Meski didukung kekuatan politik, Jokowi tidak akan berdaya karena dukungan politik pada akhirnya tidak akan sanggup melawan tekanan tersebut. Publik akan mendelegitimasi pemerintah jika hal ini dibiarkan apalagi dalam waktu yang lama dan mendestruksi kewibaan pemerintah,” imbuhnya.

Dampak lain dari tidak diselesaikannya kasus penistaan Al-Quran dengan segera maka akan bisa menimbulkan keresahan sosial yang akan berujung pada tercipatanya kondisi chaos. “Karena tiak ada kanalisasi, tidak ada solusi, maka chaos bisa terjadi. Sudah watak masyarakat kurang sabar dalam menunggu proses. Masyarakat ingin semua yang dilakukan bisa terlihat hasil yang konkret dan cepat,” tegasnya.

Menyinggung berbagai pertemuan yang dilakukan Jokowi dengan Prabowo Subianto, tokoh-tokoh umat Islam dan juga pimpinan media massa, Siti mengingatkan bahwa masyarakat kini menunggu apa yang akan dilakukan oleh Jokowi.

“Setelah semua petemuan itu, what next? Karena masyarakat akan melihat pertemuan itu saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Perlu dihadirkan penegakan hukum dan penegakan keadilan supaya kasat mata bisa melihat konkretnya dan bahwa setiap warga negara sama kedudukannya dimata hukum. Jangan tumpul ke elit dan rucing ke wong cilik,” imbuhnya. (Fajar)

loading...
Click to comment
To Top