Diprotes Warga, Persahabatan Presiden Bikin Ricuh Korsel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Diprotes Warga, Persahabatan Presiden Bikin Ricuh Korsel

Protesters wearing cut-out of South Korean President Park Geun-hye (R) and Choi Soon-sil attend a protest denouncing President Park Geun-hye over a recent influence-peddling scandal in central Seoul, South Korea, October 27, 2016.  REUTERS/Kim Hong-Ji

FAJAR.CO.ID – Kisah persahabatan Presiden Park Geun-hye dengan Choi Soon-sil sukses membuat politik Korea Selatan (Korsel) gonjang-ganjing. Kemarin (2/11), untuk kali ketiga, Choi menjalani pemeriksaan di gedung kejaksaan. Orang dekat Park itu hadir dalam balutan baju tahanan dengan dua tangan terborgol. Park yang tercatat sebagai presiden perempuan pertama Korsel sibuk merombak kabinetnya.

’’Kami sudah melayangkan permintaan resmi ke pengadilan lokal untuk menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Choi atas dugaan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan,’’ kata juru bicara Kejaksaan Seoul di hadapan media. Tanpa surat perintah penangkapan tersebut, kejaksaan tidak bisa terlalu lama menahan Choi untuk keperluan interogasi. Masa penahanan Choi dikabarkan berakhir pada Rabu malam waktu setempat.

Sejauh ini penyelidikan belum mengarah kepada Park, perempuan yang betah melajang hingga usia 64 tahun. Penyidik sedang mendalami peran presiden perempuan pertama Korsel tersebut dalam kasus dugaan penipuan yang Choi lakukan. Sebagai sahabat yang sudah menjalin kedekatan selama empat dekade, Choi sengaja menggunakan nama besar Park untuk mendapatkan donasi bagi yayasan yang dikelolanya. Bukan hanya ke rekening yayasan, sebagian dana selalu mengalir ke rekeningnya.

Salah satu donatur kakap yang memberikan bantuan finansial pada dua yayasan Choi adalah Samsung. Namun, perempuan 60 tahun itu membantah tudingan tersebut. Dia mengaku tidak pernah memanfaatkan jabatan Park untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dia juga menolak tudingan yang menyebut dirinya memberikan pengaruh buruk bagi sang presiden.

Sesuai dengan keterangan sebelumnya, Choi menegaskan bahwa dirinya hanya pernah memberikan masukan kepada Park soal pidato. Memang bukan hanya pidato kemenangan Park dalam pilpres, melainkan juga beberapa pidato lain. Tentang masukan Choi itu, penulis pidato kepresidenan menyatakan tidak pernah sadar bahwa draf yang telah disusunnya tersebut direvisi orang lain.

Berbeda dengan keterangan Choi, beberapa saksi mengungkapkan bahwa perempuan yang menetap di Jerman itu tidak hanya mengakses pidato presiden. Kabarnya, Choi ikut menentukan kebijakan politik Park. Termasuk memberikan masukan tentang susunan kabinet. ’’Untuk urusan donasi, dia banyak bekerja sama dengan Ahn Jong-beom yang merupakan penasihat presiden,’’ jelas seorang saksi.

Ahn sudah mundur dari jabatannya. Atas desakan banyak pihak, dia meletakkan jabatannya pada akhir pekan lalu. Kemarin dia memenuhi panggilan jaksa untuk memberikan keterangan dalam skandal yang membuat Park makin tidak populer di Korsel tersebut. Pemeriksaan Ahn berjalan singkat. Sampai pemeriksaan berakhir, dia belum juga ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Ahn, ada dua pejabat Korsel yang harus mundur karena skandal surat elektronik (surel) tersebut. ’’Park mengganti PM dan menteri keuangan,’’ ujarnya. Selain itu, dia mengganti menteri keamanan publik. Namun, kebenaran keterangan itu belum bisa dikonfirmasikan. Yang jelas, tiga pejabat yang berhubungan dekat dengan Park tersebut sudah ditahan.

PM Hwang Kyo-Ahn digantikan Kim Byong-Joon. Dia adalah mantan ajudan mendiang Presiden Roh Moo-hyun. Di Korsel, peran PM tidak terlalu penting. PM hanyalah jabatan formal. Sebab, segala aktivitas pemerintahan ditangani presiden. Namun, oposisi yang merasa tidak dilibatkan dalam pemilihan PM baru bakal memboikot Kim.

’’Kami mendambakan kabinet yang bebas dari Choi Soon-sil, tapi kini malah ada kabinet kedua Choi Soon-sil,’’ ungkap juru bicara Partai Demokrat. Publik menganggap Kim sebagai orang dekat Park yang juga berhubungan baik dengan Choi. Selain penasihat kepresidenan dan PM, Park mencopot Menteri Keuangan Yoo Il-ho. Yim Jong-yong, chairman Komisi Jasa Keuangan, dipilih sebagai pengganti. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top