Fadli Zon Minta Kejagung Jangan Tebang Pilih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Fadli Zon Minta Kejagung Jangan Tebang Pilih

28911_47135_Fadli Zon

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Belum tuntasnya kasus dugaan penggelapan pajak yang dilakukan Asian Agri mendapat sorotan dari pimpinan DPR.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendesak terus dilakukannya kelanjutan proses penanganan kasus penggelapan pajak PT Asian Agri Group. Dia menenggarai ada keistimewaan yang diberikan Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap perusahaan milik taipan Sukanto Tanoto itu.

“Kasus ini harus segera diselesaikan secara jelas. Tidak boleh ada diskriminasi dan dibuat keistimewaan-keistimewaan,” tegas politikus Partai Gerindra itu di Gedung DPR, Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (2/11).

Dikatakan Fadli, dalam dua tahun ini belum ada prestasi besar dari pemerintahan Jokowi-JK dalam bidang penegakkan hukum. Bahkan muncul kesan yang sangat kuat adanya tebang pilih dalam kasus penegakkan hukum.

“Di bidang hukum, secara singkat semakin tidak jelas, hukum jadi sangat tumpul ke atas, tajam ke bawah,” ujarnya.

Sebagai contoh, sebutnya, kinerja Kejagung dalam menangani kasus Dahlan Iskan. Pada kasus ini aparat kejaksaan bergerak cepat dalam kasus yang membelit mantan Menteri BUMN itu.

Buktinya dalam hitungan beberapa kali pemeriksaan, Dahlan langsung menjadi tersangka dan ditahan. Sementara hal itu tidak terjadi pada kasus mega skandal pajak Asian Agri.

“Tidak boleh ada diskriminasi dalam hukum. Yang satu diperlakukan keras, sementara yang lain diperlakukan dengan istimewa, bebas dan sebagainya. Ini yang membuat masyarakat merasa ada ketidakadilan yang sangat mencolok dan ini berbahaya untuk Indonesia,” jelas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sebagaimana diketahui, kasus penggelapan pajak PT Asian Agri hingga saat ini belum juga tuntas. Dalam kasus ini baru satu tersangka yang dijatuhi hukuman pidana, yakni Tax Manager AAG, Suwir Laut. Dia divonis 2 tahun penjara dan dengan percobaan tiga tahun. Selain itu majelis hakim dan mengharuskan korporasi Asian Agri membayar denda Rp 2,52 triliun.

Sedangkan, delapan tersangka lainnya Eddy, Linda, Direktur Asian Agri Tio Bio Kok alias Kevin Tio, Willihar Tamba, Laksamana Adiyaksa dan Semion Tarigan, serta Direktur PT Tunggal Yunus Estate dan PT Mitra Unggul Pusaka, Andrian masih bebas.

Terpisah, Jampidsus Arminsyah mengatakan pihaknya baru menuntaskan 80 persen perkara dugaan korupsi yang mangkrak sejak 2010-2015. Dia tidak merinci 20 persen perkara yang masih menunggak di Gedung Bundar tersebut.

Saat ini, kerajaan bisnis Sukanto Tanoto tengah dalam sorotan. Sukanto Tanoto dalam tayangan di media sosial Youtube berjudul “RGE Chairman Sukanto Tanoto shares his story”, yang dipublikasikan pada 20 Januari 2015, sangat melukai hati bangsa Indonesia.

Dalam tayangan itu, Sukanto Tanoto dengan gamblang menyatakan dia hanya menganggap Indonesia sebagai bapak angkat dan Cina bapak kandung.

Padahal, Sukanto lahir, besar, menikah dan diberi “karpet merah” oleh pemerintah untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia hingga mengantarkan Sukanto Tanoto menjadi konglomerat. (iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top