Polisi yang Tembak Kepala Sendiri Itu Pernah Jadi Penghuni RS Jiwa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Polisi yang Tembak Kepala Sendiri Itu Pernah Jadi Penghuni RS Jiwa

FAJAR.CO.ID, MADIUN – Jajaran Polres Madiun Kota Berduka. Salah satu anggotanya Briptu Arif Bambang Jatmiko meninggal dunia dengan cara tragis menembak kepalanya sendiri di kamar mandi Rabu (2/11) pagi.  Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa saat ditemukan, kondisinya masih hidup. Tapi sekitar dua jam kemudian Arif mengembuskan napas terakhir. 

Ternyata, berdasar hasil penelusuran dokumen rekam medik tahun lalu, Arif pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Solo. Diduga dia mengalami depresi. Saat itu psikiatri setempat merekomendasikan warga Sampung, Kawedanan, Magetan, tersebut rawat jalan. 

Beberapa bulan berselang, kondisi Arif menunjukan perkembangan positif. “Yang jelas, saya pastikan saat masuk Polri kondisi kejiwaannya sehat,” ungkapnya. 

Sempat beredar kabar bahwa Arif nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresinya kambuh pasca hubungan asmaranya kandas. Namun, terkait hal itu, Susatyo tidak bisa memastikan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kejadian mengerikan itu berlangsung sekitar pukul 05.50. Awalnya Arif beradaa di ruang Sabhara usai bertugas jaga malam dan patroli hingga subuh. Tak lama berselang, rekan piketnya yang sedang membersihkan mobil patroli terkejut mendengar suara tembakan yang berasal dari kamar mandi. 

Dia bergegas mengecek kamar mandi. Sampai di kamar mandi, kondisi pintunya terkunci dari dalam. Rekan piket itu pun berupaya membukanya.

Setelah didobrak, diketahui Arif yang mengenakan jaket hitam, celana PDL dan sandal jepit tergeletak dalam posisi tengkurap. Tak jauh dari tubuhnya ditemukan senpi dan proyektil. 

Belakangan diketahui, pistol itu bermerek Taurus nomor XJ241208 kaliber 38 Spc. Senjata api inventaris tersebut diduga sengaja diambil Arif dari sebuah mobil patroli sebelum digunakan untuk bunuh diri. 

Mengetahui Arif dalam kondisi kritis, rekan piketnya langsung membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedono dengan didampingi sejumlah pejabat Polres Madiun Kota. Lajang 26 tahun itu sempat menjalani CT scan bagian kepala di ruang radiologi. 

Namun, akibat luka yang dideritanya, dua jam berselang Arif mengembuskan napas terakhir. “Dinyatakan meninggal tepat pukul 08.00,” kata Susatyo.

Sementara itu, setelah aksi bunuh diri tersebut sejumlah petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan barang bukti. Mereka memeriksa saksi-saksi yang dinilai mengetahui peristiwa itu. “Untuk motifnya masih kami dalami,” ucapnya. (Fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top