Demo 4/11 Ricuh, Pentolan Aksi Bela Islam Salahkan Aparat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Demo 4/11 Ricuh, Pentolan Aksi Bela Islam Salahkan Aparat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) KH Bachtiar Nasir (UBN) menyatakan, kericuhan dalam Aksi Bela Islam II awalnya disebabkan oleh tindakan penembakan secara tiba-tiba yang dilakukan polisi secara membabi buta.

Menurut UBN kericuhan terjadi tidak lama setelah azan Isya berkumandang. Padahal sejak siang hari aksi berjalan damai dan tertib.

Tak lama setelah azan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas airmata dan menembakkan peluru karet.

“Umat Islam sudah berkomitmen menjalankan aksi damai sejak pagi hingga selesai. Namun secara tiba-tiba menembakkan gas air mata sesaat setelah azan isya berkumandang,” kata UBN dalam konpres, Sabtu (5/11).

Ini diperkuat kesaksian dari KH Arifin Ilham yang turut menjadi korban gas airmata dan terjangan benda di bahunya. Dirinya yang kala itu masih berada di Istana Negara bersama, Wapres RI, Menko Polhukam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut.

“Umat Islam tertib dan damai sejak pagi. Makanya, Wapres, Menko Polhukam, dan Kapolri marah atas reaksi berlebihan dan kecerobohan aparat polisi di lapangan,” lanjutnya.

GNPF menyesalkan provokasi dari petugas keamanan tersebut. Padahal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Laksmana sudah memerintahkan agar tidak ada tembakan gas airmata ke massa aksi.

Namun perintah kedua petinggi institusi tersebut tidak digubris anak buahnya di lapangan. “Kami sudah mengadukan perlakuan represif ini ke DPR kemarin malam. Harusnya dipecat komandan lapangan yang tidak tunduk perintah atasan,” ujar Habib Rizieq tegas.

Bahkan, lanjutnya, dalam situasi perang prajurit yang tidak taat perintah atasan bisa ditembak saat itu juga. Nah, dalam kejadian kemarin pengabaian instruksi Kapolri sehingga mengakibatkan jatuhnya korban di masyarakat muslim yang tengah menyampaikan aspirasi damai harus diusut tuntas.‎ (Fajar/jpnn)

Click to comment
To Top