Insya Allah, Korban Demo Ahok Mati Syahid – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Insya Allah, Korban Demo Ahok Mati Syahid

demo-tolak-ahok-ricuh

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Seorang peserta demo Ahok (55), M Syachrie Oy Bcan (55) meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jumat malam (4/11). Guru ngaji tersebut meninggal akibat terkena serangan gas air mata saat terjadi kerusuhan antara massa demo Ahok dan aparat di Istana Negara.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Jenazah M Syachrie kemudian dijemput keluarganya dan langsung dibawa ke rumah duka di Binong Permai F-14/24 RT07/07, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Guru ngaji yang meninggal lantaran memperjuangkan agama ini dianggap sebagai pahlawan. Bahkan, ulama menyebut korban bisa dikategorikan mati syahid.

“Kalau niatnya (demo Ahok) itu baik, tidak untuk riya, tidak untuk melanggar peraturan, bisa saja dikategorikan mati syahid dalam perjuangan,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi, Sabtu (5/11/2016).

Muhyiddin menyayangkan terjadinya kerusuhan saat demo Ahok kemarin. Pasalnya, sejak awal, aksi berjalan aman dan tertib hingga pukul 18.00 WIB.

“Itulah yang kita sangat sayangkan. Mungkin faktor lain, sehingga terjadi seperti itu (kerusuhan). Kami sudah dapat laporan, memang belum begitu lengkap. Namun secara gambaran umum dapat disampaikan bahwa aksi damai berlangsung sampai pukul 18.00 WIB,” tambah Muhyiddin.

Dikatakan Muhyiddin, seharusnya setelah pukul 18.00 WIB, tidak ada lagi aksi demonstrasi. Selain karena waktunya sudah habis, juga rawan terjadi aksi anarkis.

“Pada malam hari sebaiknya tidak dilakukan (demo). Kalau malam kan gelap, sehinggap penyusupan bisa saja terjadi,” tandas Muhyiddin Junaidi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengatakan, salah seorang peserta demo Ahok meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto.

“Korban meninggal dunia dikarenakan sakit asma. Tidak ada luka atau tanda kekerasan di tubuh korban,” kata Awi.

Awi mengatakan jenazah korban sudah dijemput keluarganya dan dibawa ke rumah duka di Curug Banten. Korban meninggalkan RSPAD Gatot Subroto pukul 22.00 WIB.

“Sudah dibawa oleh keponakan ke rumah duka di Binong Permai F14/24 RT07/07, Kelurahan Binong, Curug, Banten,” tandas Awi. (Fajar/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top