Beristri Tapi Masih Gatel dengan Anak Ingusan, Sudah Gitu ‘Cicipi’ Pula – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Beristri Tapi Masih Gatel dengan Anak Ingusan, Sudah Gitu ‘Cicipi’ Pula

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Pacaran beda usia yang dijalani pria dewasa berinisial RM dan anak dibawah umur bernama Mawar –nama disamarkan—sungguh di luar sangkaan. Meski terpaut usia yang cukup jauh, RM berusia 30-an tahun, dan Mawar baru 11 tahun, drama percintaan mereka bak percintaan manusia pada umumnya.

Hal itu terungkap saat hakim membuka sidang kasus pencabulan anak di bawah umur di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, kemarin. RM hadir duduk di kursi pesakitan PN Tarakan sebagai terdakwa lantaran diduga mencabuli Mawar yang masa depannya dilindungi oleh Undang-undang Perlindungan.

Sesuai agenda, RM dijadwalkan mendengarkan dakwaan terhadapnya dan pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan. Menjalani sidangnya ini, RM tampaknyabelum percaya dia harus dilaporkan orang tua sang pacar ke polisi lalu mendudukkannya di depan majelis hakim.

Pria dewasa yang sudah berumah tangga ini hanya bisa tertunduk di kursi pesakitan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya kepada Melati. Berdasarkan uraian dakwaan yang dibacakan JPU Estining Ayu, SH  di persidangan, RM telah melakukan pencabulan terhadap Melati di sebuah gubuk di wilayah Kelurahan Juata Laut. Kejadian memilukan bagi anak gadis berumur 11 tahun ini diperkirakan terjadi rentang waktu Februari hingga Agustus 2016.

Melati tidak ingat persis berapa jumlah pasti dia melakukan hubungan badan dengan RM dalam kisaran waktu tersebut. Namun dalam dakwaan yang sebelumnya, diakui korban kepada penyidik kepolisian hingga JPU menangani kasus ini dipersidangan, sekitar 3 kali dia digara oleh RM.

Sempat tak diketahui hubungan terlarang ini, tindakan tak patut RM terhadap Melati akhirnya diketahui juga oleh orang tua korban.

“Mereka melakukan hubungan badan di daerah Juata Laut, dilakukan beberapa kali,” ungkap Estining Ayu kepada Kaltara Pos.

Dijelaskan Ayu -sapaan akrab JPU ini- hubungan badan layaknya suami istri yang dilakukan Melati dengan RM, tidak menyebabkan korban hamil. Seingat korban, mereka berhubungan badan tak tentu waktu, kadang pagi, siang bahkan malam hari.

Dikatakan Ayu, kejadian pencabulan itu ketahuan oleh orang tua korban karena Melati sendiri yang menceritakan peristiwa pilu itu kepada orang tuanya. Bagai disambar petir di siang bolong, orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi.

“Awalnya anak ini tidak berani lapor kepada kakeknya, karena kakeknya galak, suka memukul kalau bikin kesalahan. Sampai diancam mau dibunuh kalau macam-macam anak ini, sehingga dia tidak berani, melaporkan hanya kepada orang tuanya,” ujar Ayu.

Ditegaskan Ayu, tidak ada hubungan keluarga antara korban dengan RM. Mereka melakukan hubungan intim karena sebatas pacaran. Dalam kasus ini terdakwa RM didakwa oleh JPU, dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pekan depan, sidang lanjutan akan digelar di PN Tarakan. (fajar/ar)

Click to comment
To Top