DPR Minta Jokowi dan SBY Tidak Melempar Teka-teki – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

DPR Minta Jokowi dan SBY Tidak Melempar Teka-teki

Presiden Indonesia, Joko Widodo bersama ketua umum DPP Partai Demokrat pada Kongres IV partai Demokrat di Hotel Shangri-la Surabaya, Jawa TImur, kemarin, Selasa (12/5/2015).FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Untuk menurunkan tensi politik dan memperjelas duduk persoalan, pemerintah sebaiknya mengungkap identitas aktor-aktor politik yang menunggangi aksi damai 4 November 2016.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo melalui keterangan persnya kepada Fajar.co.id, Minggu (6/11).

“Tudingan Presiden Joko Widodo bahwa ada aktor politik yang menunggangi aksi damai itu membuat masyarakat terus bertanya-tanya,” ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet itu.

Menurut Bamsoet, masyarakat benar-benar dibuat binggung, karena baik Presiden Jokowi maupun mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sama-sama hanya menyajikan teka-teki yang tidak mudah untuk diterka.

“Dan, teka-teki ini membuat suasana politik makin tidak menentu,” imbuhnya.

Teka-teki itu mulai disajikan oleh Presiden Jokowi ketika Presiden mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin (31/10).

Entah ada kaitannya atau tidak, SBY tiba-tiba menyambangi Menko Polhukam Wiranto pada Selasa (1/11), siang, dan malam harinya menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Di luar dugaan, keesokan harinya atau Rabu (2/11), SBY menyelenggarakan konferensi pers di Cikeas.

Menurut SBY, berbahaya jika ada informasi intelijen bahwa rencana aksi unjuk rasa pada Jumat (4/11) digerakkan atau didanai oleh pihak tertentu atau partai politik.

“Masyarakat binggung, mengapa SBY tiba-tiba begitu emosional terkait dengan rencana aksi damai 4 November itu,” papar Bamsoet.

Apalagi, lanjut dia, SBY juga tidak menyebut identitas pihak yang dituding membiayai aksi itu dan juga siapa yang menuduh.

“Pernyataan Presiden ini tentu saja memunculkan pertanyaan di ruang publik,” papar Bamsoet.

Masyarakat penasaran dan ingin tahu siapa yang dituding presiden. Bukankah negara kita negara hukum? Kita punya banyak pasal untuk bisa menjerat siapapun yg diduga menyebar kebohongan, fitnah, melakukan provokasi, makar dan lain-lain.

“Jadi, baik SBY maupun Jokowi bisa menempuh jalur hukum,” pungkasnya.

loading...
Click to comment
To Top