Donald Trump Emosi Hillary Clinton Bebas dari Tudingan FBI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Donald Trump Emosi Hillary Clinton Bebas dari Tudingan FBI

FAJAR.CO.ID – Dua hari sebelum rakyat Amerika Serikat memilih presiden baru mereka, kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, terbebas dari kecemasan. FBI menyatakan kalau mereka tidak akan mengubah kesimpulan yang sudah diputuskan pada Juli lalu mengenai pemeriksaan e-mail Clinton.

Keputusan itu berarti, ibu satu anak itu tidak akan mendapatkan tuntutan apa pun seiring skandal e-mail tersebut. Pada 29 Oktober lalu Direktur FBI James Comey mengatakan akan membuka kembali penyelidikan atas e-mail-e-mail Clinton.

Sejak beberapa tahun lalu Clinton memang menjadi subjek penyelidikan seiring keputusannya menggunakan server pribadi untuk menerima e-mail. Keputusan itu dinilai bisa melanggar hukum negara mengingat ada kemungkinan e-mail yang diterima berisi rahasia negara. Namun, Juli lalu, FBI menyatakan Clinton bebas dari tuduhan.

Tetapi, kemudian FBI memutuskan untuk membuka kembali penyelidikan. Tujuannya, untuk mencari e-mail yang mungkin mengandung petunjuk atas tindakan mesum mantan suami ajudan Clinton, Huma Abedin.

Mantan suami Abedin, Anthony Weiner, terbukti melakukan tindakan cabul kepada seorang remaja putri berusia 15 tahun. Aksi seksual dalam bentuk apa pun dengan anak di bawah umur merupakan kejahatan dalam undang-undang Amerika.

Dipaparkan Comey kepada anggota kongres, mereka sudah mereview 650 ribu e-mail yang ditemukan dalam laptom Weiner. Dan, berdasar review tersebut, posisi Clinton tetap aman.

Mendengar putusan tersebut, rival Clinton, Donald Trump emosional. Saat kampanye di Michigan, dia mengecam keputusan FBI itu. ”Anda tidak bisa mereview 650 ribu e-mail dalam waktu delapan hari! Tidak bisa itu,” katanya.

”Penyelidikan atas kejahatannya (Clinton, Red) akan berlangsung lama, sangat lama,” sambungnya lagi. ”Ada agen-agen papan atas FBI yang tidak ingin Clinton lolos dari kejahatan itu. Tetapi sekarang dia dilindungi sistem,” katanya.

Clinton menangapi dengan kalem keputusan FBI itu. ”Saya senang biro (FBI) sudah mendapatkan keputusan mengenai penyelidikan,” ujarnya. Jadi, siapa yang akan menggantikan Barack Obama? Tunggu sebentar lagi. Rakyat AS akan masuk bilik-bilik suara pada 8 November (9 November WIB), dan akan terungkap siapa pilihan mereka. (Fajar/JPG)

To Top