Kampung Patin Kampar, Omzet Pembudidaya per Bulan Tembus Rp640 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Kampung Patin Kampar, Omzet Pembudidaya per Bulan Tembus Rp640 Juta

FAJAR.CO.ID RIAU – Kabupaten Kampar merupakan penyumbang terbesar produksi ikan budidaya air tawar di Provinsi Riau.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pada tahun 2015, sekitar 66,97 persen produksi perikanan budidaya Provinsi Riau di sumbangkan oleh Kabupaten Kampar.

Total produksi perikanan budidaya Provinsi Riau mencapai 86.406,31 ton dan 57.868,63 ton disumbangkan oleh Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Usman Amin mengatakan, potensi perikanan budidaya yang besar ini diharapkan tidak hanya mampu mencukup kebutuhan pasar di Riau tetapi juga untuk pasar Indonesia bahkan hingga luar negeri.

Usman juga akan terus mengembangkan brand Kampung Patin di Kampar.

“Di Kampar sudah dikembangkan sentra-sentra produksi dan olahan. Kampar sudah punya kampung Patin sebagai salah satu sentra produksi ikan patin,” ujar Usman.

Kampung Patin terletak di Desa Koto Mesjid, setiap keluarga di desa tersebut memiliki kolam ikan patin dengan ukuran sekitar 35 x 29 meter persegi.

“Disini memiliki semboyan masyrakatnya Tiada Rumah Tanpa Kolam,” uajr ungkap Firman Edi, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan di Kampung Patin.

Penerima Bantuan Program PUMP Budidaya Perikanan Tahun 2011 ini mengungkapkan, perminggunya memanen 8 ton ikan patin dari kolam miliknya sendiri.

“Di kampung patin ada sekitar 535 Kepala Keluarga, dari kolam saya saja dihasilkan 8 ton per minggu,” ungkap Firman.

Dijelaskan Firman, harga Patin sekarang sekitar Rp. 16.000 per Kg, artinya perminggu omset di kampung patin itu sekitar Rp 128 juta.

Bisnis ikan patin di Kampung Patin dilakukan warga desa dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenihan, pembesaran dan pengolahan.

Kelompok Pembudidaya Ikan Patin ini juga telah memiliki pabrik pakan mandiri. Sehingga kebutuhan pakan sudah bisa terpenuhi.

“Harga pakan mandiri jauh lebih murah dibandingkan pakan pabrik,” ungkap Firman.

produksi-pakan-manidiri

Harga pakan mandiri Rp. 4.500 per Kg, sementara harga pakan pabrik mencapai diatas Rp. 8.000 per kg.

Suksesnya Kampung Patin ini tidak terlepas dari peran penyuluh perikanan di Kabupaten Kampar.

“Kami sangat berterima kasih pada penyuluh perikanan yang terus mendampingi kami dalam mensukseskan program PUMP Budidaya,” paparnya.

Fitria Roza Gilang Permana, koordinator penyuluh perikanan Kabupaten Kampar menyatakan sangat senang kalau melihat kelompok pembudidaya ikan yang berhasil.

“Kalau program pemerintah sukses di tingkat pembudidaya ikan, kami sangat senang,” ungkap Alumni IPB tersebut.

Terbukti, lewat peran penyuluh perikanan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kampar, Pak Firman berhasil mengembangkan usahanya hingga menghasilkan omzet 640 juta per bulan.

Click to comment
To Top