Diperiksa Selama 9 Jam, Ahok Hanya Bilang Begini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Diperiksa Selama 9 Jam, Ahok Hanya Bilang Begini

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah diperiksa oleh Bareskrim atas dugaan penistaan agama pada senin (7/11) kemarin.

Dalam pemeriksaannya, Calon petahana nomor urut 2 ini dicercah selama 9 jam. Hanya saja, usai pemeriksaan itu, Ahok tak terlalu serius menanggapi pertanyaan awak media.

Calon gubernur  Pilkada DKI yang diusung PDIP itu hanya mengucapkan empat kalimat yang sama sekali tidak menyentuh esensi pemeriksaan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukannya.

“Saya kira semua sudah jelas. Kalau mau tanya yang lain ke penyidik. Saya mau pulang. Lapar,” kata Ahok usai diperiksa, Senin (7/11).

Selain itu, Bareskrim juga mendalami kemungkinan perubahan makna ketika video Ahok dipangkas dan diunggah di media sosial facebook oleh Buni Yani.

Ahok yang mengenakan batik warna cokelat tiba di gedung utama Mabes Polri sekira pukul 08.15.

Dia hanya melempar senyum pada semua awak media yang menunggunya sejak pagi.

Lantas, dia masuk ke gedung utama. Sekitar pukul 16.30, pemeriksaan Ahok sebagai terlapor selesai.

Dia pun keluar gedung utama didampingi juru bicaranya Ruhut Sitompul dan kuasa hukum Sirra Prayuna.

Sirra menuturkan bahwa pemeriksaan kali ini adalah kali kedua. Ahok dicecar 22 pertanyaan.

Jika ditambah dengan 18 pertanyaan pada pemeriksaan pertama, maka total pertanyaan yang diajukan ke Ahok menjadi 40.

”Semua berjalan lancar, Ahok menjawab semua pertanyaan dengan baik,” ujarnya.

Informasi selanjutnya dari Jubir Divhumas Mabes Polri Kombespol Rikwanto.

Dia mengatakan bahwa awalnya penyidik memeriksa soal tujuan dan maksud kedatangan Ahok ke Kepulauan Seribu.

”Ternyata, maksudnya ke Kepulauan Seribu itu menyampaikan perkembangan program perikanan,” jelasnya.

Namun dalam prosesnya, Ahok juga mengucapkan beberapa hal.

Ucapan itu yang kemudian disunting dan diunggah ke facebook oleh Buni Yani dan ternyata menjadi viral.

”Jadi, ada kesan seolah-olah penistaan agama,” ungkapnya. (jpg/jpn/fajar)

 

loading...
Click to comment
To Top