Jadi Orang Kok Bego banget, Jual Tomat Curian ke Pemiliknya, Ketahuan Hampir Mati Dikeroyok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Jadi Orang Kok Bego banget, Jual Tomat Curian ke Pemiliknya, Ketahuan Hampir Mati Dikeroyok

Wahyudi setelah dihajar warga.

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Wahyudi babak belur dihajar warga. Dia tertangkap mencuri tomat, pukul 20.30 Wita tadi malam (6/11). Sebelum dihajar warga, pemuda 27 tahun tersebut sempat diamankan di pos satpam Masjid Al-Kautsar oleh Kasmiudin (43) pedagang sayur di Pasar Segiri. Uniknya, aksi Wahyudi ketahuan setelah menjual tomat hasil curiannya tersebut justru kepada istri Kasmiudin. Padahal tomat yang dicurinya itu merupakan milik Kasmiudin.

Curiga dengan ciri dan bentuk tomat yang dijual, Kasmiudin lantas bertanya kepada Wahyudi dari mana asal tomat tersebut. Sempat terjadi perdebatan. Namun karena Kasmiudin terus mendesak, akhirnya Wahyuid mengakui bahwa dirinya mencuri tomat tersebut Subuh hari saat tomat berada di atas pikap.

“Sekitar pukul 05.00 Wita saya kehilangan 1 peti tomat di dalam mobil. Saya curiga, karena tomat yang dijual kepada istri saya itu sama persis dengan barang dagangan saya itu,” ucap Kasmiudin kepada Sapos.

Kasmiudin akhirnya menggiring Wahyudi dan menyerahkannya kepada petugas pos jaga Masjid Al-Kautsar. Belum sampai ke pos jaga rupanya Wahyudi berontak dan melarikan diri. Melihat Wahyudi melarikan diri sontak saja Kasmiudin berteriak.

“Sudah mau saya serahkan ke pos satpam masjid, eh malah kabur. Ya saya kejar dia sambil saya teriaki,” tambahnya. Warga sekitar yang mendengar teriakan Kasmiudin, segera berkumpul dan mengejar Wahyudi. Aksi kejar-kejaran antara warga dan Wahyudi pun terjadi. Wahyudi yang berusaha kabur dari kejaran warga sempat menaiki salah satu rumah warga dan melompat dari satu rumah ke rumah lainnya.

Warga yang semakin banyak jumlahnya akhirnya mengekpung pelaku dari segala penjuru. Pelaku akhirnya terdesak dan tertangkap di dalam sebuah gang sempit di salah satu rumah warga. Tak ayal warga langsung memukulinya hingga babak belur.

Sembari digiring kembali ke pos jaga masjid, kerumunan warga terus memukuli Wahyudi yang geram akibat ulahnya.

Sesampai di pos jaga, rupanya salah satu warga bernama Heri yang sedang berkerumun mengenali wajah Wahyudi. Dan langsung mendekatinya. Dugaan Heri ternyata benar. Wahyudi rupanya yang sedang ia cari karena telah meminjam HP Samsung miliknya pada sore hari (Sabtu) sekitar pukul 15.00 Wita. Namun hingga malam belum dikembalikan.

HP tersebut seyogyanya dipinjam pelaku untuk memoto tempat kerja. Karena memang Heri sedang mencari pekerjaan. Kebetulan Wahyudi berpura-pura mencarikan pekerjaan untuk Heri. Dengan dalih menolong itulah, Wahyudi memanfaatkan situasi dengan meminjam HP milik Heri.

“Dia (Wahyudi , Red) pinjam HP saya dengan alasan mau mencarikan saya pekerjaan. Tapi janji kembali pukul 07.00 Wita,” ucap Heri. Rupanya setelah HP dipinjamkan, Wahyudi langsung menghilang dan tidak ada kabarnya lagi. Bahkan nomor HP Wahyudi juga tidak aktif saat berulang kali dihubungi.

Saat ditanya Heri, Wahyudi mengaku bahwa HP tersebut sudah ia jual untuk membayar hutang dan bermain judi game online di salah satu warnet di kawasan Jalan Pramuka.
Mendengar pengakuan tersebut, warga semakin geram. Kembali secara bertubi-tubi memukuli Wahyudi. Beruntung petugas dari Polsekta Samarinda Ulu segera datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ditanya petugas, pelaku mengakui segala perbuatannya, dan mengatakan bahwa seluruh hasil curian telah habis ia gunakan. “Buat bayar hutang, dan main judi game online,” ucap Wahyudi sembari menahan rasa sakit. Kapolsek Samarinda Ulu Kompol Candra Hermawan mengatakan, pelaku sudah sudah amankan. Dan para korban juga sudah memberikan keterangan. “Selanjutnya kita lakukan pengembangan, apakah masih ada korban lainnya,” kata Candra. (kis/nha)

loading...
Click to comment
To Top