SADIS..!!! Usai Indehoy, Leher Perempuan Ini Digorok dan Ditarik Pita Suaranya Hingga Putus – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

SADIS..!!! Usai Indehoy, Leher Perempuan Ini Digorok dan Ditarik Pita Suaranya Hingga Putus

guru-gorok-siswi

FAJAR.CO.ID SUKABUMI – Rekonstruksi kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oknum guru MTs  berinisial SP (22) di Desa Cisaat, Sukabumi pada Oktober 2016 lalu, digelar.

Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lingkar Selatan Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi, Senin (7/11/2016) kemarin.

SP sebelumnya ditangkap polisi karean menggorok leher siswi Madrasah Aliyah (MA) yang merupakan pacarnya sendiri, Yulianti (19).

Motiv SP menghabisi nyawa siswi cantik itu karena mengaku hamil 4 bulan dan menuntut untuk segera dinikahi.

Dalam reka ulang tersebut, terungkap bahwa pita suara korban yang putus bukan diakibatkan dari gorokan pisau cutter.

Melainkan, memang sengaja ditarik oleh tersangka setelah leher siswa Madrasah Aliyah di Garut ini robek.

Pada rekonstruksi tersebut, pelaku memeragakan 22 adegan mulai dari pelaku dan korban datang ke sebuah gubuk kosong di TKP, berlanjut dengan adegan berhubungan intim, hingga pelaku melakukan pembunuhan dengan cara menggorok leher korban menggunakan pisau cutter.

Rekonstruksi ini pun berlangsung hingga dua jam mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB dan dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi Kota, AKP Mohammad Devi Farsawan.

Kepada wartawan, pria yang baru satu hari menjabat sebagai Kasat Reserse di Polres Sukabumi Kota ini mengatakan, ke-22 reka adegan tersebut dilakukan di tempat pelaku membuhuh korban.

Tentunya pihak kepolisian pun mendatangkan anggotanya untuk mengamankan jalannya rekonstruksi.

“Kegiatan rekonstruksi yang kita gelar ini, dilakukan guna melengkapi berkas penyidikan. Rekonstruksi pun berjalan dengan tertib dan aman,” ujar Devi.

Dijelaskan Devi, dalam adegan tersebut, usai melakukan hubungan intim tersangka kemudian menggorok leher korban dari arah belakang dengan sayatan membentuk garis vertikal kiri ke kanan.

Setelah korban terjatuh, tersangka lalu memastikan jika korban sudah tewas.

Pelaku pun ternyata tidak hanya menggorok leher kekasihnya tersebut menggunakan cutter, tetapi juga mencekik korban dan menarik pita sura korban hingga putus.

Begitu korban tak mengeluarkan suara lagi, pelaku pun langsung melarikan diri dengan motor milik ke kosannya ke daerah Desa Selawi Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.

Diduga, pelaku ini hendak kabur ke kampung halamannya di daerah Dusun Cikadu Desa Sindanghayu Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur.

“Usai melakukan pembunuhan, kemudian tersangka ini pulang ke kosannya di daerah Cisaat untuk membuang barang bukti. Diduga pelaku ini mau kabur ke kampung halamannya, tetapi keburu dijegal oleh polisi,” terang mantan Kapolsek Mega Bendung, Bogor ini.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Devi mengimbau kepada masyarakat Sukabumi pada umumnya agar senantiasa berhati-hati dalam bergaul.

Termasuk, para orang tua agar lebih perhatian kepada anak-anaknya.

“Ini kan korbannya masih pelajar dan pelakunya juga masih sangat muda. Makanya orang tua harus selalu waspada, apalagi terhadap pergaulan anak-anaknya agar peristiwa ini tak terulang kembali,” sarannya.

Seperti diberitakan sebelumunya, tersangka Tantan Supriatna yang berprofesi sebagai guru di salah satu MTs di Cisaat Sukabumi membunuh kekasihnya karena geram korban selalu meminta pertanggungjawaban untuk segera dinikahi

Korban mengaku sedang mengandung anaknya empat bulan. Kesal dengan ucapan korban yang selalu menyudutkan dirinya.

Gara-gara itu akhirnya membuat oknum guru tersebut naik pitam dan merencanakan pembunuhan dengan sengaja membeli pisau cutter terlebih dahulu saat mengantar korban pulang ke Cianjur.

Namun berbeda dengan keterangan Dokter Forensik RSUD Syamsudin SH, Nurul Aida Fathia, yang saat itu memimpin langsung jalannya otopsi menyebutkan jika korban tidak hamil.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. (Fajar/Pjkst)

loading...
Click to comment
To Top