Tangkap Aktivis HMI, Pemerintah Dinilai Gagap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Tangkap Aktivis HMI, Pemerintah Dinilai Gagap

demo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Mantan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Fahri Hamzah, mengatakan penangkapan 5 aktivis HMI menunjukkan kegagapan demokrasi para pimpinan politik di pemerintahan.

Politisi di pemerintahan, menurut Fahri terlihat tidak memahami apa arti demokrasi sehingga kosa kata lama seperti ditunggangi, dalang dan sebagainya bisa muncul kembali yang menyebabkan para aktivis kemudian ditangkap.

“Penangkapan itu merupakan kegagapan demokrasi, karena pimpinan politik tidak mengerti dan tidak paham demokrasi sehingga kosa kata lama seperti ditunggangi, dalang, aktor dan sebagainya dimunculkan kembali. Sekarang di era demokrasi hal itu tidak ada lagi, semua warga negara memiliki hak untuk menyuarakan suaranya sendiri. Tidak ada lagi keputusan organisasi seperti yang dituduhkan pemerintah,” ujar Fahri usai menghadiri jumpa pers persiapan Kongres Pertama Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) di Jakarta, Selasa (8/11).

“Oleh karenanya, kalau ada orang yang dianggap melanggar hukum meski dia adalah anggota organisasi, maka lakukan penegakan hukum yang sifatnya individual. Jangan lagi lanjut Fahri respon pemerintah seolah pemerintah tidak memiliki kemampuan demokrasi. Kita harap polisi bisa lebih canggih. Saya sendiri percaya pada kemampuan intelektual  Kapolri Tito Karnavian, tapi sayangnya dia bekerja untuk kekuasaan,” tegasnya.

Dalam bekerja polisi hanya membutuhkan dua alat bukti dan saksi, sehingga kalau memang ditemukan 2 alat dan bukti dan saksi maka bisa diproses.

“Tapi yang lebih penting adalah dilakukannya proses terhadap Ahok. Kenapa sekarang polisi seperti tergopoh-gopoh memproses Ahok, mereka sudah punya waktu berminggu-minggu,” tandasnya. (fajar).

loading...
Click to comment
To Top