Arbab Terus Memaksa Ingin Bertemu Umar Samiun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Arbab Terus Memaksa Ingin Bertemu Umar Samiun

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –  LD Agus yang merupakan saksi dari tersangka Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun, Selasa (8/11) diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kasus dugaan suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Agus dalam pemeriksaan ini lebih banyak ditanya soal hubungannya dengan Arbab Paproeka dan Umar Samiun. Pasalnya, melalui Agus lah hingga Arbab bisa bertemu dengan Umar Samiun.

“Saya ditanya kenal dengan Arbab? Saya bilang kenal kebetulan sebagai tokoh masyarakat, kemudian sebagai mantan anggota DPR RI Komisi III, kemudian Pak Arbab adalah orang Buton,” kata Agus kepada awak fajar.co.id, Rabu (9/11) malam.

Agus memaparkan, awal pertemuan dirinya dengan Arbab bermula ketika awal bulan Juli 2012 silam. “Waktu itu Pak Arbab menelpon saya, setelah menelpon saya, beliau berkata ‘bisa ngga saya bertemu sama Pak Umar?’ setelah itu saya tanya “Ada Apa?” jelasnya.

Bukan hanya sekali, Arbab selalu menghubungi Agus dan mendesak agar bisa difasilitasi untuk bertemu dengan Umar Samiun membahas nasib Pilkada Buton. Padahal, pada saat itu, Umar Samiun sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Buton setelah melalui proses gugatan di MK pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Atas desakan Arbab tersebut, Agus kemudian menyampaikan keinginan Arbab kepada Umar Samiun untuk bisa bertemu. Namun, Umar Samiun sendiri menolak untuk bertemu dengan Arbab dengan alasan sudah tidak ada lagi urusan terkait sengketa Pilkada Buton karena Umar Samiun sudah dinyatakan sebagai pemenang.

“Beberapa kali Pak Arbab menghubungi saya ingin bertemu dengan Pak Umar, tapi Pak Umar tidak mau. Kemudian menelpon saya lagi beberapa kali dengan permintaan yang sama bahwa ingin difasilitasi bertemu dengan Pak Umar,” paparnya.

Akhirnya, Agus pun bertemu dengan Arbab. Dalam pertemuan tersebut, beberapa kali Arbab mengatakan bahwa Umar Samiun dalam keadaan bahaya dimana hasil putusan MK bisa saja berubah. “Pak Arbab mengatakan ‘Bahaya itu Pak Umar punya putusan’. Itu diucapkan oleh Arbab hingga beberapa kali,” urainya.

Pasca pertemuan pertama itu, Agus lalu bertemu dengan Umar Samiun dan menyampaikan pesan Arbab. Tetapi, beberapa kali Umar Samiun menolak permintaan Arbab untuk bertemu, apalagi membahas soal Pilkada yang dianggap sudah selesai dengan kemenangan Umar Samiun yang berpasangan dengan La Bakry.

“Saya terus sampaikan ke Pak Umar dan Pak Umar menjawab juga ketika itu bahwa Pak Umar tidak mau bertemu. Kemudian dipertemuan saya yang terakhir Pak Arbab menjelaskan kepada saya bahwa putusan PSU itu bisa dianulir oleh petinggi MK namanya Akil Mochtar. Arbab juga mencontohkan seperti kasus Kota Waringin Barat yang dianulir,” bebernya.

Setelah pertemuan itu, Agus lalu menyampaikan kepada Umar Samiun. Tetap pada pendirian awal, Umar Samiun tetap tidak merespon apa yang disampaikan oleh Agus terkait dengan permintaan Arbab. Bahkan, dalam kesempatan itu, Umar Samiun sempat memarahi Agus untuk tidak perlu menanggapi apa yang diucapkan oleh Arbab.

“Kemudian Arbab menelpon lagi menanyakan ‘mau ngga ketemu?’ Saya sampaikan ke Arbab ‘Pak Umar tidak mau, masa saya mau paksa. Bahkan saya di omelin’” pungkasnya.

Mendengar penjelasan Agus bahwa Umar Samiun tidak merespon, Arbab akhirnya ber inisiatif untuk menghubungi langsung Umar Samiun. “Tidak tahu tiba-tiba Arbab minta nomor telpon Pak Umar. Saya kasih nomor telpon Pak Umar ke Arbab. Hanya sampai disitu saja yang saya tahu. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi,” tutupnya. (hrm/Fajar)

To Top