Wiuh.. Fauzan Kok Bisa Hilang Misterius Gitu? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Wiuh.. Fauzan Kok Bisa Hilang Misterius Gitu?

Fauzan

FAJAR.CO.ID, BANJARBARU – Fauzan, 34 tahun, warga Jalan HKSN Banjarmasin menghilang secara misterius di Surabaya. SMS terakhir yang diterima istrinya, Fauzan mengaku kepalanya pening usai makan siang bersama empat lelaki.

Ceritanya, Fauzan sedang mengikuti tes penerimaan kerja di rumah sakit swasta yang mau dibuka di Kabupaten Banjar. Usai tiga kali tes, ia menerima panggilan telepon pada Kamis (3/11) pagi.

Isinya, mengabarkan alumni Fakultas Teknik ULM (Universitas Lambung Mangkurat) itu lulus tes. Syarat akhir, ia harus mengikuti tes kesehatan di Surabaya. “Hari itu juga Fauzan bergegas beli tiket dan terbang ke Surabaya,” kata Mirna, 32 tahun, adik sepupu korban.

Setiba di Bandara Juanda, Fauzan dijemput empat lelaki. Naik mobil, ia diajak makan siang. Ia sempat mengirim SMS sekitar jam 2 siang. Isinya, “Dik, saya di mobil dijemput sama empat orang. Sudah masuk jalan tol. Saya merasa tidak nyaman. Kepala saya pusing habis makan siang.”

Membaca SMS aneh semacam itu, istri Fauzan panik. Ia berkali-kali coba menelpon ponsel suaminya, tapi tak terhubung karena sudah dimatikan.

Curiga, keluarga mengkonfirmasi ke cabang rumah sakit di Balikpapan. Jawabnya, tidak ada pihak rumah sakit menelpon Fauzan. Mereka juga menegaskan belum merilis pengumuman penerimaan pegawai. “Pihak rumah sakit juga heran, kok bisa informasi itu bocor,” tukas Mirna.

Mirna menjadi juru bicara keluarga karena kondisi istri Fauzan sangat mengkhawatirkan. “Kasihan, dia seperti orang linglung,” ujarnya.

Selain jawaban rumah sakit, fakta lain, ATM Fauzan sudah dikuras habis. “Pas dicek rekeningnya sudah habis,” imbuhnya. Ia diketahui membawa ransel berisi satu laptop, dua ponsel, dan uang tunai dalam dompet Rp500 ribu.

Berbagai cara pun ditempuh keluarga untuk mencari Fauzan. Mereka sudah melapor ke pihak kepolisian di Surabaya. Dari pelacakan GPS ponsel Fauzan, posisinya terakhir kali di Turirejo, Kabupaten Malang. “Orang tua kami sudah berangkat ke Surabaya untuk mencari,” tambahnya.

Keluarga tak habis pikir dengan menghilangnya Fauzan. Jika itu penculikan, sampai sekarang keluarga tak menerima telpon permintaan uang tebusan. “Motifnya apa? Kami bingung,” kata Mirna lemah.

Bapak tiga anak itu dikenal keluarga sebagai sosok pendiam dan tidak gaul. “Dia orangnya kutu buku. Kerjanya belajar terus,” pungkasnya. (fud)

Click to comment
To Top