515 ATM Nasabah BRI Dibobol, Kerugian Capai Rp2,7 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

515 ATM Nasabah BRI Dibobol, Kerugian Capai Rp2,7 Miliar

bri

FAJAR.CO.ID, LOMBOK – Korban kasus pembobolan rekening ratusan nasabah BRI dengan modus     skimming  (pencurian data) melalui layanan mesin Anjungan Tunai mandiri (ATM) dipastikan sebanyak 515 orang.

Jumlah kerugian yang diderita korban juga bertambah. BRI mencatat potensi kerugian terkait kasus pembobolan rekening sebesar Rp 2,7 miliar.

Pimpinan Wilayah BRI Denpasar, Dedi Sunardi memastikan uang nasabah yang menjadi korban  skimming   di kantor Cabang Mataram langsung ditanggapi dan ditangani. Sampai saat ini sudah mencapai 90 persen atau sebanyak 463 orang dari 515 nasabah yang dananya sudah dikembalikan.

Nilai uang nasabah yang jadi korban dikembalikan sudah mencapai Rp 1,9 miliar. Sisanya pekan  ini sudah selesai dikembalikan.

“BRI akan menyelesaikan seluruh pengembalian dana korban skimming ATM seluruhnya hinga akhir minggu kedua bulan November 2016 ini,” jelas Dedi Sunardi di Mataram seperti dikutip Radar Lombok (Fajar Group), Kamis (10/11).

Ia  menyebut bahwa pihak BRI dalam kasus pembobolan rekening nasabah melalui skimming  ATM merupakan menjadi korban. Kendati demikian, sebagai bentuk tanggungjawab dan lembaga bank yang mengdepankan trust (kepercayaan) berharap nasabah tidak panik ataupun khawatir.

“Dengan penyelesaian yang BRI telah lakukan bersama nasabah, maka kami menetapkan bahwa kasus skimming ini di NTB telahselesai. Adapun pelaporan yang mungkin masuk di kemudian hari akan kami selesaikan sesegera mungkin secara bertahap,” ujar Dedi.

Aksi  skimming  yang dilakukan pelaku dengan memasang alat berupa skimmer dan kamera  pada perangkat mesin ATM. Kartu dan PIN nasabah yang melakukan transaksi dapat terbaca. Kemudian pelaku melakukan penggandaan kartu dan melakukan transaksi penarikan melalui kartu ATM palsu.

Dari hasil pemeriksaan tim ahli IT yang dimiliki  BRI, diindikasikan ada enam mesin ATM  di Kota Mataram dipasangkan  skimmer.  Dari enam mesin ATM yang diindikasikan tersebut, ditemukan satu skimmer yang masih terpasang di mesin ATM milik BRI tersebut. Terkait temuan tersebut,  Dedi menginstruksikan langsung seluruh mesin ATM yang terindikasi sudah dipasangi skimmer untuk dibongkar dan diganti menggunakan perangkat mesin ATM baru.

Selain itu, seluruh mesin ATM  di seluruh NTB dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh apakah ada juga indikasi pernah dipasangin skimmer oleh pelaku kejahatan perbankan tersebut.

BRI juga telah melakukan tindakan preventif lain untuk mencegah skimming  ATM di antaranya mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan berkala terhadap seluruh mesin ATM BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami meminta nasabah  BRI untuk tetap tenang dan tidak panik atas kejadian tersebut.  BRI akan mengupayakan penyelesaian kasus ini dengan segera dan tetap mengutamakan kenyamanan nasabah,” kata Dedi.

Sementara itu, Kepala Divisi Operasional Layanan dan Kontak Center BRI, Joice Farida mengingatkan nasabah terkait kejadian di NTB, agar nasabah lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi di mesin ATM manapun.

Selain itu, BRI juga melakukan pemblokiran PIN ATM bagi nasabah yang kartu ATM nya berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan karena pernah bertransaksi  di mesin ATM yang terindikasi aksi skimming.

Bagi nasabah yang mengalami kartu ATM-nya diblokir, maka mereka para nasabah bisa langsung datang ke kantor BRI terdekat un
tuk melakukan pergantian kartu baru dan PIN baru ATM.

“Ubahlah secara berkala PIN ATM, dan buat pin yang unik sehingga tidak bisa terdeteksi oleh pelaku kejahatan perbankan,” jelasnya. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top