Banjir Bandung, Satu Mobil Nyangkut di Rumah, Satunya Masuk Sungai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Banjir Bandung, Satu Mobil Nyangkut di Rumah, Satunya Masuk Sungai

bandung-banjir

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak Rabu (9/11) sore, membuat aliran sungai meluap ke jalan. Sebuah mobil jadi korban, terseret dan masuk aliran Sungai Citepus.

Menurut Ceppy Setiawan Ketua RW 02, Kelurahan Cibadak, Kecamatan  Astanaanyar mengaku sempat melihat dua unit mobil terseret arus banjir.

“Mobilnya lagi parkir, lalu terseret arus. Yang satu Avanza masuk ke sungai, satu lagi Kijang nyangkut di depan rumah warga,” tutur Ceppi saat di temui wartawan di lokasi kejadian, kemarin.

Wawan Herawan (48) pemilik mobil Kijang menceritakan, hujan deras mulai turun sekitar pukul 17.00 WIB. Wawan yang tengah belanja ditoko percetakan melihat mobilnya mulai bergerak terbawa arus air.

“Mobil saya lagi parkir mengahadap Barat, di depan mobil saya ada Avanza. Tiba-tiba hujan besar. Mobil yang Avanza bergerak kebawa arus, nabrak mobil saya. Sekitar 20 menit sempat nyangkut, karena air besar yang Avanza masuk sungai, mobil saya nyangkut di pagar rumah,” tuturnya.

Wawan mengaku tak berani untuk menyelamatkan kendaraannya lantaran arus air begitu deras. Dirinya pun tak berdaya melihat mobilnya terbawa arus bersama satu mobil lainnya dari lantai dua sebuah rumah. “Saya nggak sempet mengamankan karena takut, walaupun sempat panik tapi mau gimana lagi karena arusnya sangat deras,” ucapnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, dua unit mobil resque dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung tiba di lokasi. Para petugas langsung menderek kendaraan milik Wawan yang tersangkut di pagar rumah warga. “Iya tadi diderek, mobil saya penuh sampah. Sekarang belum sempat dinyalain takut konslet,” kata Wawan.

Selain itu, derasnya arus Sungai Citepus membuat petugas kepolisian dan tim rescue Dinas Pencegahan, Penanggulangan dan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung kesulitan mencari keberadaan mobil Toyota Avanza yang terbawa aliran sungai dalam insiden banjir tersebut.

Kepala Polsek Astanaanyar AKP Udin Tarya mengatakan, ada dua mobil yang terbawa arus banjir. Mobil jenis Kijang sempat terbawa arus namun terselamatkan pagar rumah warga, sementara mobil jenis Avanza masuk ke saluran Sungai Citepus dan saat ini belum ditemukan.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengamatan di sepanjang aliran sungai. “Masih pengamatan dulu, karena situasi seperti ini sungai deras, mungkin pencarian baru dilakukan besok,” ucap Udin di lokasi kejadian, Rabu (9/11) malam.

Petugas kepolisian, kata Udin, telah memeriksa pemilik kendaraan tersebut. Menurut keterangan pemilik, mobil Avanza tersebut terbawa arus banjir saat tengah terparkir di sisi jalan.

“Pemilik lagi laporan di kantor, nanti identitas pemiliknya data lengkapnya, karena sekarang lagi di Polsek mungkin beberapa saat lagi dilaporkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan DPPK Kota Bandung Sihar Sitinjak mengatakan, proses evakuasi mobil harus segera dilakukan mengingat curah hujan masih tinggi. Dia khawatir, mobil yang terbawa sungai malah menghambat laju air.

“Kita sedang cari informasi, tadi memang ada warga yang memperlihatkan video mobil masuk. Pengendaranya tidak ada sempat keluar. Arusnya masih kuat kita cari atas sambil menunggu info dari masyarakat. Yang jelas kita akan cari, muter-muter dulu, secepat mungkin ditangani kalau tidak segera nanti menyumbat, bisa banjir lagi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Provinsi Jawa Barat, Joshua Banjarnahor menjelaskan, salah satu lokasi daerah yang terkena banjir parah yaitu daerah Pagarsih Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung.

“Musibah banjir di Pagarsih, terdapat dua unit mobil terseret arus,” ujar Joshua saat dihubungi, Rabu (9/11).

Basarnas saat ini menerjunkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan penyelamatan air dan medis lengkap bilamana ditemukan adanya korban jiwa.

Joshua mengatakan, daerah lain yang terkena banjir parah yaitu kawasan jalan Cimindi menuju Kota Cimahi. Di kawasan tersebut, akses lalulintas terputus karena genangan mencapai ukuran paha orang dewasa. “Bila ada yang mau ke Cimahi, hindari jalan Cimindi. Kondisi banjir sampai dengan 80  sentimeter,” terangnya. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top