Desak Evaluasi, Ical Berharap Golkar Tidak Mendukung Penista Agama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Desak Evaluasi, Ical Berharap Golkar Tidak Mendukung Penista Agama

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Desakan agar Golkar segera melakukan evaluasi terlait dukunganya kepada pasangan cagub Pertahana Ahok-Djarok, terus menguat.

Bahkan, ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyarankan kepada Ketua Umum Setya Novanto agar segera mengabil sikap.

Hal ini terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mendorong  masyarakat melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis pada Jumat (4/11).

“Partai Golkar adalah pendukung Ahok, sudah diputuskan dalam rapat. Tapi kita harus punya sikap orang yang didukung tidak boleh menistakan agama apapun,” tegas Ical di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (10/11).

Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) tersebut juga mengharapkan agar pihak kepolisian bisa tancap gas menyelesaikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Bupati Belitung Timur.

Karena hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin kasus tersebut cepat diselesaikan.

“Kita minta Polri menindakalnjuti perintah Presiden untuk periksa Ahok sebaik-baiknya seadil-adilnya sejujur-jujurnya,” katanya.

Selain itu, mantan ketua umum Golkar ini berharap ujuk rasa terhadap Ahok tidak terulang kembali.

Menurut Ical, ujuk rasa yang jumlahnnya lebih besar dibanding reformasi 1998 akan berdampak ke berbagai bidang, seperti politik, sosial dan ekonomi.

Sebelumnya, pada Jumat, 4 November 2016 lalu sejumlah ormas Islam dan elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara.

Mereka melakukan unjuk rasa karena menuntut kepolisian untuk menangkap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok, yang diduga telah melakukan penistaan terhadap kitab suci umat Islam, Alquran.

Sekadar informasi, kasus ini bermula saat Ahok dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu.

Saat itu Ahok yang masih berpakain dinas mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan politisasi ayat suci Alquran menggunakan Surat Al Maidah ayat 51, yang mengharuskan umat Islam tidak memilih pemimpin non muslim.

Click to comment
To Top