Fadli Zon: Indonesia Masih Berutang Pada Pahlawan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Fadli Zon: Indonesia Masih Berutang Pada Pahlawan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tepat pada Kamis 10 November 2016 ini, Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Melalui momentum Hari Pahlawan pada 10 November ini, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menekankan pentingnya bagi setiap elemen bangsa untuk melakukan refleksi terhadap cita-cita Indonesia sebagai negara merdeka.

Karena bangsa Indonesia semuanya berutang kepada para pahlawan kusuma bangsa itu. Mereka telah berjuang mempertaruhkan jiwa dan raga bagi tegaknya merah putih.

“Cara membayar utang itu adalah dengan mengisi kemerdekaan untuk menunaikan cita-cita kemerdekaan itu,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (10/11).

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menambahkan, kemerdekaan politik di Indonesia telah dicapai dan harus dipertahankan. Namun tidak begitu halnya dengan kemerdekaan ekonomi, hukum, sosial dan bahkan budaya.

Saat ini, ungkap Fadli, realitanya ekonomi rakyat melemah, hukum terdiskriminasi, budaya nasional terjajah. Untuk keluar dari itu semua, negara ini masih butuh banyak pahlawan. “Dan ini yang menjadi agenda kolektif bangsa kita sekarang,” katanya.

Oleh karena itu, perjuangan untuk menghadirkan kemerdekaan yang seutuhnya merupakan agenda panjang. Dan ini membutuhkan upaya nyata dari setiap elemen bangsa untuk mewujudkannya. “Semoga setiap kita saat ini, bisa menjadi pahlawan bagi negeri yang kita cintai di berbagai bidang, profesi maupun wilayah,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui hari ini (10/11) merupakan peringatan Hari Pahlawan. Hari itu selalu diperingatkan setiap tahunnya untuk memperingati pertempuran Surabaya.

Kala itu pasukan-pasukan pro kemerdekaan Indonesia bersama para milisi bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda sebagai bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.

Pertempuran Surabaya yang menjadi latar belakang sejarah Hari Pahlawan 10 November pada tahun 1945. Di mana pada hari, bulan, dan tahun tersebut pertempuran sudah mencapai puncak, di mana terjadi pertempuran yang dianggap sebagai pertempuran revolusi paling berat dan kemudian menjadi simbol perlawanan bagi tentara Indonesia.

Pertempuran yang dianggap sebagai sebuah aksi heroik ini membantu menggembleng rakyat Indonesia dan sokongan dari pihak internasional untuk Indonesia.

Pertempuran Surabaya ini terjadi dari tanggal 27 Oktober hingga 20 November tahun 1945 dengan jumlah tentara 20.000 infanteri dan 100.000 pasukan milisi di sisi Indonesia, sementara pihak Inggris menyerang dengan 30.000 pasukan ditambah dengan tank, pesawat, dan kapal perang. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top