Ini Kata Mendagri Soal Imbalan Tembak Mati Rp 50 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Ini Kata Mendagri Soal Imbalan Tembak Mati Rp 50 Juta

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Gaya pemberantasan narkoba Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, mendapat kritik dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Pasalnya, gubernur pengagum Presiden Filipina Rodrigo Duterte tersebut memberi imbalan Rp 50 juta terhadap aparat yang berhasil menembak mati pengedar narkoba.

Sedangkan hadiah Rp 25 juta diberikan jika aparat menembak kaki pengedar.

“Hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara ada aturan aturan hukum, semua harus sesuai aturan hukum,” ujar Tjahjo, Kamis (10/11).

Untuk itu Tjahjo mengimbau Sugianto maupun kepala daerah lainnya, benar-benar bijak dalam mengeluarkan kebijakan.

Jangan karena ingin dikenal, lantas melakukan hal-hal yang sifatnya menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

“Saya tidak bisa memerintahkan staf saya, kalau temukan orang yang korupsi, kamu tembak, kan ada aturan dan sebagainya,” ujar Tjahjo.

Mungkin, lanjut Tjahjo, ada kepala daerah yang ingin bergaya seperti Presiden Fililina.

Menurut Tjahjo, Sugianto perlu mengetahui, Indonesia merupakan negara hukum.

Karena itu semua proses dugaan pelanggaran hukum, harus dilakukan sesuai mekaniems yang ada.

“Saya juga bisa terjerat (kasus hukum) kalau tertangkap tangan korupsi menggunakan keuangan. Pers sama juga, menulis berita kalau salah, diberi ruang untuk klarifikasi,” ujar Tjahjo.

Sebelumnya, pada sebuah media nasional diberitakan, Sugianto menilai, penegakan ala Duterte perlu diterapkan dalam kondisi hukum yang tak tegas seperti sekarang ini.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kalteng, dan Danrem TNI setempat, terkait kebijakan pemberantasan narkoba di Kalteng.

“Saya sudah perintahkan (ke aparat), siapa (aparat) yang nembak maka saya kasih Rp 50 juta kalau (pengedar narkobanya) meninggal. Kalau kena kaki Rp 25 juta,” ujar Sugian. (Fajar/jpn)

Click to comment
To Top