Kondom Bocor, Suami Ogah Akui Anak Bungsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Kondom Bocor, Suami Ogah Akui Anak Bungsu

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Merasa cukup punya anak dua, pria yang tinggal di kawasan Medokan Semampir sebut Donjuan, 40, memilih memakai kondom saat berhubungan suami istri sebut Karin, 37. Sayangnya, Donjuan tak menyadari bila kondom yang ia pakai bocor.

Akibatnya, Karin pun hamil dan kemudian melahirkan anak ketiganya pada bulan Juni lalu. Di tengah-tengah kebahagian Karin mendapatkan bayi laki-laki yang diidamkan ternyata Donjuan tetap tidak mengakui bahwa itu bukan anaknya. Dia bahkan menuduh Karin selingkuh dengan orang lain.

”Ya Allah saya sudah nyerah sumpah-sumpah. Saya ajak juga tes DNA. Namanya juga bocor ya masak mau kami rencanakan. Kalau Tuhan sudah ngasih ya harus diterimalah,” kata Karin di sela-sela siang cerai, Rabu (9/11).

Dengan raut muka kesal, Karin memang akhirnya membawa masalah anak itu ke ranah Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya. Ia berharap suaminya sadar atas kesalahannya yang tidak menyayangi anak ketiganya seperti kedua anak sebelumnya.

Menurut Karin, suaminya memang enggan untuk punya anak pasca melahirkan anak kedua. Suaminya truma lantaran melihat secara langsung proses melahirkan di ruang operasi.

Untuk anak pertamanya, Donjuan tidak ikut  karena sedang dinas di Banyuwangi. Sejak itulah dia sudah tidak ingin menambah momongan. Biaya sekolah swasta yang tinggi serta hidup juga alasan lain untuk tidak menambah momongan.

Pada tahun 2011, Karin pun mengalah dengan memakai KB spiral. Tahun 2015 lalu dilepas dan Donjuanlah yang akhirnya memakai kondom untuk pengamanan tidak hamil lagi.

”Saya itu sampai bingung. Diapain nih janin, suami hampir lima bulan tidak pulang. Sudah ngalah berkali-kali. Pegel aku,” kata dia.

Sementara Donjuan mengatakan, bukan tidak mau mengakui anak tersebut. Akan tetapi, dia kesal dengan Karin yang awalnya tidak mengaku kalau dia hamil.

”Katanya takut saya marah. Ya sudah saya beneran marah. Buat apa ngakuin anak yang awalnya ditutupi istri,” kata pria yang bekerja di Dinas Perhubungan tersebut.

Menurut Donjuan, ia memang tidak ingin punya anak lagi. Apalagi, ia merasakan kebutuhan anak makin mahal. Sebagai pegawai, Donjuan merasa uangnya tidak pernah ngumpul banyak lantaran untuk biaya dan kebutuhan anak-anak.

”Istri saya suruh kerja belum mau. Alasan ngemong anak. Padahal, uang ini sangat pas-pasan,” pungkasnya. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top