Sekolah Kristen Gloria Diteror Bom, Akan Ada Tiga Kali Ledakan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Sekolah Kristen Gloria Diteror Bom, Akan Ada Tiga Kali Ledakan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Teror bom mengancam Sekolah Kristen Gloria 2, Pakuwon City, Jalan Kalisari Selatan 1 Kavling 1, Nomor 3- 5, Kalisari, Mulyorejo Surabaya, Rabu (9/11) sekitar pukul 07.40 WIB.

Seorang pria misterius menelepon dan mengancam akan ada tiga kali ledakan bom di dalam dan luar gedung sekolah KB, TK, SD, SMP dan SMA tersebut.

Staf sekolah, Anton, yang menerima telepon dari  pelaku sempat panik pasca menerima ancaman itu. “Hati-hati, akan ada tiga kali ledakan bom,” ujar Anton menirukan pelaku, kemarin.

Percakapan itu, sambung Anton berlangsung sangat cepat. Dia juga tidak sempat mempertanyakan apa maksud dari pria bersuara tinggi ini. Pihak sekolah menanggapi ancaman teror bom tersebut dengan serius dan langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Mulyorejo.

Atas laporan itu, pihak kepolisian dengan cepat merespon dan bergegas menuju ke lokasi kejadian dan melakukan pengamanan. Tak berlangsung lama datang Tim Gegana Brigade Mobile (Brimob) Polda Jatim untuk melakukan penyisiran.

“Kami tidak mau gegabah, disana banyak anak sekolah yang masih ada jam pelajaran di kelas. Kami berupaya untuk tidak membuat mereka panik,” kata Kapolsek Mulyorejo, Kompol Bagus Rusiawan didampingi Kanit Reskrim AKP Moch Yasin, saat dijumpai dilokasi kejadian.

Dia mengungkapkan, agar tak menimbulkan kepanikan, polisi berkoordinasi dengan pihak sekolah yang berkantor pusat di Kupang Indah Gang I Nomor 3 ini untuk mengimbau kepada seluruh peserta didik untuk dipulangkan lebih cepat.

Satu persatu kelas dibantu dengan para guru, menginformasikan kepada seluruh peserta didik untuk tidak panic, dengan alasan akan ada simulasi penanganan bom.

“Untuk mencegah kepanikan, semua guru kami edukasi untuk mengumumkan kepada para peserta didik ada simulasi penanganan teror bom,” ungkapnya.

Bagus menjelaskan cara itu terbukti berhasil, para siswa-siswi berkumpul dan dibariskan di teras sekolah.

Sampai disitu, masih belum ada yang mengetahui jika simulasi itu dipakai untuk mencegah kepanikan karena sebenarnya ada ancaman teror bom dari orang tak dikenal.

“Tak berselang lama, rombongan tim Genana dan Jihandak Bom Brimob Jatim datang dan melakukan penyisirian di semua sudut ruang sekolahan. Saat itu suasana masih kondusif, tidak ada kepanikan yang berarti,” tegasnya.

Namun suasana itu berubah drastis saat para orang tua wali murid datang untuk menjemput anaknya. Salah satu murid yang mengetahui dari media sosial (Medsos), jika ada teror bom di sekolah Gloria histeris karena panik.

Salah satu siswa, Steven mengaku tidak tahu jika ada teror bom di sekolahannya. Peserta didik kelas 11 jurusan IPA II ini mengetahui dari guru di kelas jika akan ada pelatihan simulasi teror bom dan diminta untuk berkumpul di teras sekolah.

“Kejadian itu saat pergantian jam pelajaran. Kami diminta untuk keluar kelas dengan tertib,” kata Steven.

Sedangkan saat penyisiran oleh tim Gegana, sempat terjadi ketegangan antara antara wali murid dengan rekan media. Bahkan, salah satu kamera milik media televisi rusak yang menimpa Jurnalis PT Jawa Pos Media Televisi (JTV), Yusmana Windarto.

Sementara itu kurang lebih sekitar 2 jam lebih, Tim gegana Brimob Polda Jatim melakukan penyisiran. Hasilnya tidak ditemukan sama sekali bom atau benda mencurigakan lainnya.

“Dugaannya itu orang yang iseng yang menebar kericuhan dan berniat membuat kegaduhan. Kami juga telah melakukan penyidikan dan memeriksa telepon kantor sekolah yang ditengarai masih menyimpan nomor pelaku,” terang Kapolsek  Mulyorejo, Kompol Bagus Rusiawan. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top