Ibu Walikota Ini Sering Pergoki Warganya Indehoy di Kos-kosan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Ibu Walikota Ini Sering Pergoki Warganya Indehoy di Kos-kosan

razia

FAJAR.CO.ID TEGAL – Maraknya kos-kosan yang dipakai untuk kegiatan mesum membuat Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno geram.

Karenanya, dia memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal untuk menggencarkan razia di rumah indekos yang disalahgunakan.

Kepala Satpol Kota Tegal PP Hartoto mengatakan, penyalahgunaan rumah indekos memang jadi perhatian pemerintah kota setempat.

Hartoto menuturkan, Bunda Sitha -sapaan sang wali kota- bahkan pernah memergoki pasangan mesum yang menyalahgunakan rumah indekos.

Karenanya, Satpol PP Kota Tegal pun berupaya menegakkan peraturan daerah (perda) dengan menggalakkan razia indekos.

”Razia tempat kos ini, lantaran banyaknya aduan dari masyarakat yang resah dengan para penghuni kos yang ternyata bukan pasangan suami istri,” kata Hartoto.

Dia juga menyatakan, Satpol PP Tegal akan menindak tegas para penghuni indekos yang tertangkap basah berbuat mesum dalam satu kamar.

Bahkan, bisa saja Satpol PP Tegal mendorong proses hukum terhadap pasangan mesum hingga pengadilan.

Terpisah, Yani selaku pemilik rumah indekos di Jalan Halmahera, Mintaragen di Tegal Timur mengatakan, sebenarnya Satpol PP tidak perlu menggencarkan razia.

Sebab, katanya, sangat mudah menyelesaikan penyalahgunaan indekos.

”Tidak perlu terus menerus dirazia. Lakukan pembinaan dan berlakukan sanksi tegas dengan pencabutan usaha,” tuturnya.

Jika pembinaan sudah dilakukan namun pemilik usaha rumah indekos tetap membandel, maka baru dilakukan tindakan tegas.

Sebab, ujung tombak dalam persoalan ini hanyalah aturan dalam indekos.

Yani juga mencontohkan indekos yang dikelolanya. Salah satu cara mencegah penyalahgunaan indekos adalah menolak pasangan muda-mudi yang hendak menyewa kamar.

“Kami tolak karena mereka bukan pasangan yang sah,” bebernya.

Termasuk pemilik rumah kos juga bisa membuat aturan yang tegas terhadap para penghuninya.

Jadi di sini yang paling berperan hanyalah pemilik rumah kost tersebut. “Jika ini dilakukan maka tidak perlu menggalakan razia kos. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top