Meski Kurang Penyidik, KPK Optimis Lanjutkan Kasus Bank Century – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Meski Kurang Penyidik, KPK Optimis Lanjutkan Kasus Bank Century

Ketua KPK Agus Rahardjo

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Kasus mega korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century bakal digarap lagi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mungkin tidak hanya Century, mudah-mudahan 2017 nanti bisa kita lakukan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat (11/11).

Menurut Agus, KPK tidak akan menutup kasus yang telah menjerat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya tersebut.

Namun, kata dia, KPK juga masih memiliki setumpuk kasus lain yang tengah didalami.

Selain itu, Agus juga mengakui kurangnya personil penyidik di tubuh KPK.

“Karena begitu banyaknya tugas, updating kasus lain belum dilakukan. Mudah-mudahan dengan personil baru tadi paling tidak sekarang kan jadi kasatgas dan yang baru jadi anggota satgas,” ujar Agus.

Dalam amar putusan Budi Mulya, ayah artis Nadia Mulya itu dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum dalam pemberian FPJP kepada Bank Century secara bersama-sama.

Antara lain yang disebutkan adalah Boediono selaku gubernur BI, Miranda Goeltom selaku deputi gubernur senior BI, dan Raden Pardede selaku KSSK.

Merujuk amar putusan, Pemberian FPJP ke Bank Century dilakukan dengan iktikad tidak baik karena untuk mencari keuntungan diri sendiri dan juga dalam penyelamatan dana Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI) yang ada di Bank Century dan tindakan-tindakan lain yang berdasarkan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Selain itu, hakim menyatakan pemberian FPJP tidak dilakukan dengan analisis mendalam dan berdampak positif sehingga merugikan negara sebesar Rp 8,5 triliun.

Saat ini, Budi Mulya telah dipindah ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Majelis hakim agung menjatuhkan hukuman kepada Budi dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider delapan bulan kurungan.

loading...
Click to comment
To Top