Pelapor SBY Bukan dari Organisasi Resmi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Pelapor SBY Bukan dari Organisasi Resmi

160350_664711_hmi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mulyadi P Tamsir mengklaim bahwa Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FSA HMI)‎ bukan organisasi sayap resmi milik organisasi berlambang hijau hitam itu.

“Saya tegaskan bahwa HMI itu secara organisasi hanya PB HMI. Kalau untuk alumnus, organisasinya bernama Korps Alumni HMI atau KAHMI. Itu (FSA HMI) kelompok garis keras, tentu tidak sehaluan dengan apa yang diputuskan HMI,” kata dia di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).

Dia menegaskan, HMI secara umum menyepakati bahwa hanya mendesak pemerintah mengusut kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. “Jadi tidak ada sikap lain. Kami dukung sepenuhnya aksi 4 November itu,” tambahnya.

Karena itu, sekali lagi ia memastikan bahwa HMI dan KAHMI yang dipimpin Mahfud MD tidak menyoalkan apapun yang ada di luar kasus Ahok, termasuk pidato mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 November.

“KAHMI nasional yang dipimpin oleh Profesor Mahfud dan tadi malam TV One juga sudah mengklarifikasi bahwa kita tidak menjual apapun. Sikap kami konsisten soal aksi 4 November adalah aksi keumatan mengawal penista agama dan itu tegas,” ujar dia.

Sebelumnya, sekelompok orang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FSA HMI) melaporkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bareskrim Polri, Kamis (10/11). Namun, laporan mereka, belum teregister di Bareskrim Polri.

Ketua Koordinator FSA HMI Mustaghfirien menyampaikan bahwa pihaknya memperkarakan pidato SBY di kediamannya pada 2 November lalu. Menurutnya, pidato tersebut jika ditelisik cenderung memprovokasi umat muslim sehingga terjadinya demo 4 November.

‎”Penyampaian pidato SBY memberikan kesan cinta damai dan menolak kerusuhan. Namun setelah dipelajari kembali, ternyata terdapat pernyataan yang diduga dapat dikualifikasi sebagai bentuk mengandung hasutan dan penyebaran kebencian terhadap etnis dalam hal ini Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) selaku kandidat calon Gubernur DKI,” kata dia usai mengadukan SBY ke kantor sementara Bareskrim Polri, kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top