Pemerintah Bangun Sanimas dan Pamsimas Di 15 Ribu Desa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Pemerintah Bangun Sanimas dan Pamsimas Di 15 Ribu Desa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah tidak hanya fokus membangunan infrastruktur besar untuk meningkatkan peringkat daya saing Indonesia di dunia. Proyek infrastruktur kecil dan menengah yang bersifat padat karya dan langsung menyentuh rakyat kecil juga jadi prioritas.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, usai pembukaan Jakarta Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia di Jakarta, Jumat (11/11).

“Kami melihatnya, pemerintah tidak hanya mengerjakan proyek yang besar, tapi kita juga memikirkan yang padat karya, kalau yang di PUPR misalnya Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas), sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) dan irigasi,” kata Basuki.

Saat ini ujarnya juga terdapat 300 lokasi daerah irigasi kecil yang langsung melibatkan perkumpulan petani pemakai air (P3A), untuk meningkatkan partisipasi petani sekaligus memberikan keuntungan finansial dari pengelolaan tersebut.

“Ada 300 lokasi daerah irigasi kecil yang dikerjakan P3A sendiri, itu padat karya sehingga uangnya langsung ke petani. Masing-masing dari 300 lokasi ada anggaran Rp 600 milyar yang kita alokasikan,” ungkapnya.

Dia jelaskan, Kementerian PUPR pada tahun ini akan Sanimas di 753 lokasi dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) di 180 lokasi yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

“Dalam pembangunan Sanimas dan TPS-3R, masyarakat berperan langsung dalam pembangunannya, sementara pemerintah memfasilitasi serta memberikan pendampingan pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.

Beberapa kegiatan pembangunan Sanimas jelasnya, antara lain pembangunan prasarana Mandi Cuci Kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR).

“Selain Sanimas, juga dibangun Pamsimas III di 15.000 desa baru yang berada di 365 kabupaten dan 33 provinsi pada periode 2016-2019,” imbuhnya. (Fajar)

Click to comment
To Top