Yang Benar Saja, Ahok Sindir Demo 25 Desember Memaksa Hukum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Yang Benar Saja, Ahok Sindir Demo 25 Desember Memaksa Hukum

ahok1

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok mengomentari rencana demo 25 November 2016 nanti. Demo lanjutan yang menganggendakan penegakan hukum kasus dugaan penistaaan agama itu, dianggap Ahok sebagai pemaksaan hukum.

“Kalau pakai aksi kayak gitu memaksa hukum,” tegas Ahok di kediamannya, Pluit, Jakarta Utara.

Menurut Ahok, gelar perkara terbuka untuk kasus penistaan agama yang menyeret dirinya sudah tepat. Kaerna akan terlihat jelas proses hukum dan masyarakat bisa menilai apakah prosesnya terbebas dari intervensi atau tidak.

“Saya rasa, supaya orang tidak curiga adalah dengan dibuka. Polisi sudah bilang gelar perkara saya itu dibiar terbuka, tapi saya lihat sebagian orang tidak setuju. Ya kalau buka kan orang bisa melihat, bahwa ini ada intervensi atau tidak,” tambah Ahok.

Dikatakan Ahok, dengan dibukanya gelar perkara kasus penistaan agama yang disorot jutaan umat Islam, maka tidak ada lagi perdebatan di masyarakat.

Ahok tidak yakin suasana akan tenang setelah dia ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, pendukung Ahok bisa saja bereaksi dan menganggap Ahok dikorbankan.

“Saya tidak tahu kalau tertutup semua orang bisa ribut. Anda nyatakan saya bersalah pun, pasti kelompok saya merasa saya dikorbankan. Tapi kalau Anda buka, polisi tetapkan saya naik kepenyidikan, orang saya pun bisa maklum,” tandas Ahok, seperti dilansir Merdeka.com, Jumat (11/11/2016).

Sebelumnya, Imam Besar FPI Habib Rizieq menegaskan, demo lanjutan 4 November akan dilakukan jika proses hukum terhadap Ahok tetap mandul. Namun, Habib Rizieq menyatakan, hingga saat ini rencana demo lanjutan belum ditetapkan waktunya.

“Tanggal aksi bela Islam III belum ditetapkan GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI). Tapi memang akan digelar jika penista Al-Qur’an tetap dilindungi dan dibela oleh rezim penguasa,” demikian dikatakan Habib Rizieq melalui website pribadinya.

Habib Rizieq menyerukan agar umat Islam di seluruh penjuru negeri melakukan persiapan untuk kembali melakukan aksi unjuk rasa jika penegakan hukum terhadap penista agama tetap mandul.

“Jika aksi belas Islam I & II tetap tidak digubris rezim penguasa dan penegakan hukum tetap mandul, maka revolusi bela Islam akan jadi solusinya,” tegas Habib Rizieq.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri sudah mendapatkan informasi rencana demo besar-besaran pada 25 November mendatang. Namun, Polri belum mendapatkan permohonan izin untuk aksi susulan 25 November 2016 tersebut. (merdeka/one/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top