Elektabilitas Ahok Turun, Itu Wajar! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Jabodetabek

Elektabilitas Ahok Turun, Itu Wajar!

Siti Zuhro

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Elektabilitas Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, belakangan ini turun drastis.

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), R. Siti Zuhro melihat turunnya elektabilitas Ahok sebagai sesuatu yang wajar karena pemilih di Jakarta sebagian adalah massa mengambang.

“Yang cenderung kontekstual dan moody secara politik,” ujar Siti saat dihubungi, Jumat (11/11).

Menurutnya masalah suku dan etnisitas menurut Siti Zuhro tidak sesensitif isu agama. Karena agama menyangkut masalah keyakinan dan keimanan. Apalagi dalam Islam ada rukun Iman dimana Al Quran merupakan salah satu rukum iman, percaya kepada Al Quran.

Lebih lanjut, Siti Zuhro menjelaskan keyakinan kepada Al Quran sifatnya mutlak, kebenaran yang absolute. Dengan keyakinan seperti itu, maka kebersamaan kolektif umat Islam menghadapi penista Al Quran sangat tampak.

“Mereka hand in hand dan solid,” jelas Siti.

Apalagi mengingat penduduk Jakarta sebagian besar Muslim, maka animo pemilih untuk memilih petahana menjadi berkurang. Penolakan warga terhadap petahana saat kampanye juga merupakan refleksi akumulasi rasa kurang simpati.

Siti Zuhro menjelaskan bahwa penolakan tersebut juga terjadi sebelum ada kasus dugaan penistaan setelah ada kebijakan penggusuran dan reklamasi.

Sebagaimana pilkada di daerah-darah lain, imbuhnya, petahana yang betul-betul sukses membangun daerah dan melakukan eksekusi program-program yang bermanfaat bagi masyarakat akan mendapat pengakuan yang luas.

Keberhasilannya juga bisa memunculkan calon tunggal dan tidak menimbulkan resistensi. Artinya, tidak ada penolakan terhadap petahana.

Namun Siti menegaskan kondisi sekarang dan hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Ahok turun, menjadi kesimpulan siapa yang akan menang dalam pilkada DKI 2017 mendatang.

“Kita tidak bisa menyimpulkan siapa yang akan menang dalam pilkada nanti. This is too early and too soon to make a conclusion,” ungkapnya.

“Yang tampak adalah bahwa preferensi pemilih cenderung ke lawan petahana. Swing voters terbagi ke kedua pasangan lainya yaitu nomor 1 dan nomor 3. Bahkan tak tertutup kemungkinan di putaran pertama petahana bisa jadi tereliminasi,” tukas Siti.(rmol/fajar)

loading...
Click to comment
To Top