Fahri Hamzah Khawatir Kondisi 1998 Terulang di 2018 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Fahri Hamzah Khawatir Kondisi 1998 Terulang di 2018

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai pergolakan politik nasional yang terjadi saat ini merupakan fase pemanasan yang patut diwaspadai semua pihak.

Mulai dari masyarakat hingga pemerintah. Hal itu merujuk siklus pergolakan politik yang biasanya terjadi setiap 20 tahun sekali. 1998 merupakan masa kejatuhan pemerintah Orde Baru yang berlanjut munculnya masa reformasi. Sehingga, Fahri mewaspadai pada 2018 nanti bisa saja terjadi peristiwa besar bila pemerintah tak mewaspadainya.

“Indonesia selalu muncul energi barunya setiap 20 tahunan. Energinya tiba-tiba melesat dan kuat sekali. Sekarang dari tahun 1998 ada periodisasi yakni pada 2018. Dan sekarang sepertinya sudah ada pemanasan. Ini tidak boleh kita abaikan,” kata Fahri dalam acara Kongres Nasional I KAMMI di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (12/11).

Menurut Fahri, kewaspadaan tersebut sudah bisa terlihat adanya demo besar-besaran pada Jumat 4 November 2016 pekan lalu yang menuntut penegakan hukum pada kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Ya ini kan ada Pilkada DKI. Karena ini di ibukota ya ini pemanasan. Karena membacanya dalam timeline 20 tahunan itu bisa jadi pemanasan,” ujar Fahri.

Menurut Fahri bila pemerintah gagal mengendalikan gejolak itu, maka siklus pergolakan politik setiap 20 tahun itu bisa saja terjadi. Dia pun meminta pemerintah duduk bersama masyarakat yang menuntut keadilan dalam kasus itu sehingga apa yang dikhawatirkan tak akan terjadi.

“Mohon juga pemimpin negara ini mau berdiskusi, jangan anggap remeh situasi masyarakat apalagi ditambah bila krisis ekonomi. Saya kira itu ajakan positif. Kami tak ada pikiran negatif,” pungkasnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top