Ini yang Disampaikan JK dalam Kongres Nasional Keluarga Alumni KAMMI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Ini yang Disampaikan JK dalam Kongres Nasional Keluarga Alumni KAMMI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Pembukaan Kongres Nasional I Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang berlangsung pada Sabtu (12/11) pukul 10.00 di Ballroom Hotel Kartika Chandra Jakarta, benar-benar meriah.
 
Tak kurang dari 2000 anak-anak muda aktivis KAMMI dan Alumni KAMMI dari berbagai daerah di Indonesia memadati ruangan. Hampir-hampir saja Ballroom Kartika Chandra tak mampu menampung peserta yang membludak.
 
Beberapa tokoh nasional alumni KAMMI tampak hadir di acara tersebut. Yang menonjol tentu saja Fahri Hamzah. Wakil Ketua DPR RI ini memang merupakan Deklarator pendirian KAMMI di Malang pada akhir Maret tahun 1998.
 
Fahri juga merupakan Ketua KAMMI pertama yang menjadi tokoh sentral sepanjang aksi-aksi demonstrasi mahasiswa pada tahun 1998. Ketokohan Fahri Hamzah diakui oleh berbagai kalangan di negeri ini.
 
Kini, setelah 18 tahun usia pendirian KAMMI, Alumninya bersepakat mendeklarasikan berdirinya organisasi alumni pada 15 November 2015. Setelahnya, hampir setahun kemudian, pada hari Sabtu (12/11), secara resmi, Alumni melakukan Kongres pertamanya. Acara Kongres Nasional sendiri akan dibuka oleh Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla.
Dalam kesempatan itu, JK akan memberikan Pidato Kebangsaan dengan judul “Gerakan Islam dan Cita-cita Kepahlawanan Indonesia”.
 
Menurut Bambang Prayitno, Panitia Bidang Humas yang ditemui di lokasi, menyatakan bahwa tema ini berkaitan dengan beberapa hal. Yang pertama, terkait sosok JK yang merupakan aktivi Islam di hampir sepanjang hidupnya.
 
Mulai menjadi aktivis organisasi islam ekstrakampus yaitu sebagai Ketua HMI Cabang Makassar, pada masa mudanya, hingga menjadi pegiat organisasi Dewan Masjid di beberapa tahun ini. JK adalah tokoh bangsa yang tepat untuk berbicara tentang gerakan Islam di Indonesia.
 
Yang kedua, adalah posisi JK sebagai seorang Wakil Presiden. Pucuk pimpinan negeri ini memang sedang ditunggu komitmen keberpihakannya pada berbagai masalah ummat Islam yang belakangan ini mengemuka.
 
Dan tentu saja, penyikapan ini menjadi penting untuk menjawab berbagai pertanyaan dan kegelisahan di tengah-tengah ummat.
 
Yang ketiga, tema yang disampaikan JK sesungguhnya adalah bagian dari momentum perenungan kaum muda pergerakan Islam pada peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada dua hari lalu.
 
Peremungan tentang karakter kepahlawan seperti apa yang harus terbentuk di jiwa seluruh anak bangsa -termasuk anak muda pergerakan Islam-  harus menjadi bahan perenungan yang paling besar hari-hari ini. Gelombang perubahan dunia meniscayakan kepada kita bahwa kita mesti bersiap dengan diri kita dan identitas kita yang paling asli untuk menghadapinya.
 
Yang keempat, tema tentang kepahlawanan dan gerakan Islam, sesungguhnya merupakan tema dasar dari seluruh aktivisme kita di dunia pergerakan.
Cita-cita heroisme yang merupakan obsesi aktivis muda Islam harus dibangkitkan lagi. Suasana kebatinan kaum muda yang berkumpul di Ballroom harus seirama; bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin dunia, jika anak-anak muda negeri ini bersungguh-sungguh membaktikan dirinya demi kegemilangan bangsa kita. (fajar).

To Top