Temui BEM se-Indonesia, Ini Pesan Kapolri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Temui BEM se-Indonesia, Ini Pesan Kapolri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan mahasiswa di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menggalakan peran mahasiswa dalam mendukung Kamtibmas.

Pertemuan ini dihadiri oleh 80 Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia. Bertempat di Kampus Trisakti yang ada di Grogol Petamburan, pertemuan ini juga dihadiri Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Kepala STIK-PTIK Irjen Remigus Sigid Tri Hardjanto dan Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie.

Dalam sambutannya, Tito berkata bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Dan demokrasi yang sudah ditegakan harus konsekuen.

“Kita harus jalankan dan kita kawal, sehingga mahasiswa silahkan untuk menyampaikan pendapatnya bebas, tapi tentunya ada batasan,” beber Tito di lokasi.

Menurut dia, penyampaian pendapat jangan sampai mengganggu ketertiban publik, jangan sampai mengganggu hak asasi orang lain, jangan sampai juga tidak mengindahkan etika dan moral.

“Dan yang paling utama sekali jangan sampai mengancam NKRI. Persatuan dan kesatuan bangsa harus kita tegakan, boleh berbeda pendapat tapi jangan sampai memecahkan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, ini yang harus kita jaga,” sambung mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini.

Pria kelahiran Palembang ini juga meminta kepada mahasiswa agar aktif untuk memberikan pencerahan, menjadi agent of change atau di lingkungan masing-masing dalam arti yang positif.

“Mahasiswa juga menjadi mesin pendorong pembangunan di lingkungan masing-masing, karena mereka berfikir secara rasional, orang yang terdidik secara intelektual, tidak mudah terhasut, tidak memprovokasi media sosial,” lanjut Tito membeberkan.

Dia yang juga mantan Kapolda Metro Jaya ini meminta mahasiswa jangan men-share sesuatu yang belum tentu akurat. Mahasiswa kata Tito mesti cerna dulu sesuatu masalah baru mengambil kesimpulan dan baru memutuskan langkah selanjutnya.

Dia juga meminta mahasiswa untuk menjaga stabilitas keamanan di kampus, kemudian jangan terbawa kepada isu yang provokatif, yang bisa memecah kesatuan bangsa.

“Kita adalah negara NKRI yang berbeda-beda tetapi justru itu yang menjadi pemersatu kita, hal itu adalah kekayaan bangsa kita yang harus kita banggakan, itu yang saya tekankan,” tegas Tito.

Lulusan terbaik di Akademi Kepolisian tahun 1987 ini berpesan, mahasiswa mesti mengawal demokrasi. Tapi demokrasi ini juga memiliki tata cara aturan, tidak sebebas-bebasnya.

Mahasiswa lanjut Tito, mesti mendorong pembangunan dengan sikap kritis itu boleh dilakukan dalam rangka untuk kritik yang konstruktif.

“Dan untuk Polri tugasnya adalah untuk memelihara dan menjaga stabilitas keamanan, melindungi, silahkan menyampaikan pendapat, tapi juga tolong berempati pada Polri yang juga harus menjaga ketertiban umum dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tambah dia. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top