Sebelum Meninggal di Atap Seng, Rekannya Mengira Ada Kucing yang Berantem – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Sebelum Meninggal di Atap Seng, Rekannya Mengira Ada Kucing yang Berantem

TERSENGAT: Rahmad (36) tewas tersengat di atap salah satu rumah di Jalan Pattimura, Batu Ampar, Balikpapan Utara, Jumat (11/11) sore.

TERSENGAT: Rahmad (36) tewas tersengat di atap salah satu rumah di Jalan Pattimura, Batu Ampar, Balikpapan Utara, Jumat (11/11) sore.

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Kecelakaan kerja menimpa seorang warga asal Sumber Pucung, Malang, Rahmad (36). Dia tersengat listrik bertegangan tinggi saat memperbaiki kabel dengan cara mencongkel atap seng rumah yang berlokasi di Perumahan Batu Ampar, Jalan Pattimura, RT 28, Balikpapan Utara, Jumat (11/11) sekira pukul 15.15 Wita.

Rahmad diketahui adalah warga Kota Malang yang bekerja sebagai tukang. Kepada Toni, Rahmad diajak bekerja membantu renovasi mes sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang kontraktor. Di Balikpapan, Rahmad tinggal di kawasan Somber. “Pak Rahmad ini ikut perbaiki rumah sebulan ini,” jelas Toni.

Saat sedang mengerjakan tugas perbaikan di atas mes, salah seorang saksi bernama Benny yang tinggal di rumah sebelah mes, sempat mendengar suara dari atas rumah yang dia kira suara kucing. Namun, tak lama suara semakin keras hingga saksi melihat dari celah lubang.

Setelah itu, Benny memanggil dua orang saksi lain untuk melihat ke atas atap dan mencurigai kalau korban tersengat listrik. Setelah salah seorang saksi mematikan breakerlistrik, para saksi kemudian mencari bantuan.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan tengkurap. Di sebelahnya ditemukan palu bergagang kayu dan isolasi berwarna hitam. Kapolsek Balikpapan Utara AKP Sarbini mengungkapkan, korban meninggal karena saat bekerja tidak menggunakan pengaman.

“Korban kontak langsung dengan listrik di atas seng. Karena tidak safety, korban meninggal dunia. Saat masyarakat menemukan, korban sudah tidak bernyawa,” paparnya.

Polisi menduga kalau kabel yang menyengat korban adalah kabel bertegangan tinggi. “Rekan-rekannya awalnya mengira kucing berkelahi di atas seng, karena gemuruh itu. Tiga saksi sudah kami mintai keterangan. Dugaan kecelakaan kerja,” tukas Sarbini.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo.

Di Balikpapan, korban memang tinggal seorang diri. Namun dirinya masih memiliki kerabat, seorang keponakan bernama Darmawanti. Terlihat sesenggukan di sebelah jenazah pamannya, Darmawanti tidak menyangka Rahmad meninggal saat tengah bekerja.

“Saya tahunya beliau kerja nukang, nggak tahu kalau meninggal sampai dikabari keluarga di Jawa. Sepertinya keluarga di Jawa dikabari dari orang tempat beliau kerja,” kata Darmawanti.

Selanjutnya, Kepolisian Sektor Balikpapan Utara masih akan melakukan visum korban. Darmawanti menyebut, setelah segala keperluan selesai diurus, korban akan diberangkatkan ke Malang. “Besok, insya Allah jenazah akan diberangkatkan ke Malang,” tandasnya. (bp-21/war/k1)

loading...
Click to comment
To Top