Tega Bunuh Sahabat dan Ambil Duitnya, Ternyata untuk Beli Boneka Helly Kitty – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Tega Bunuh Sahabat dan Ambil Duitnya, Ternyata untuk Beli Boneka Helly Kitty

Pelaku ditangkap dengan barang bukti, satu boneka Hello Kitty ukuran besar

FAJAR.CO.ID, RANTAU – Rizali Rahman (22), salah satu pelaku pembunuhan terhadap Reza (30) warga Desa Bataratat Kecamatan Lok Paikat mengaku membelanjakan sisa uang korbannya untuk membeli sebuah boneka hello kitty berukuran besar.

Boneka yang dibeli seharga Rp145 ribu ini rencananya akan diberikan untuk wanita penunggu warung di Batulicin yang ingin “ditembaknya”. Namun belum sempat diberikannya, Rizali keburu ditangkap petugas. “Sisa uang hasil pembunuhan saya belikan boneka, tapi belum sempat diberikan,” ujar saat gelar perkara di Polres Tapin kemarin.

Seperti diketahui, Rizali ini merupakan rekan Khairul Fahmi (23) warga Desa Baramban RT 01 RW 01 Kecamatan Piani terhadap Reza (30) warga Desa Bataratat Kecamatan Lok Paikat.

Korban tewas ditangan Rizali dengan luka di leher akibat tebasan parang milik ayahnya di lahan perkebunan karet Desa Bataratat, Selasa (8/11).

Para pelaku berhasil menggasak harta benda milik korban seperti uang tunai Rp17 juta, dua unit HP, dan satu unit kendaraan bermotor.

Setelah peristiwa ini, Jajaran Kapolres Tapin langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pelaku dapat diamankan oleh pihak Satreskrim Polres Tapin bekerjasama dengan Polres Tanbu dan Jatanras Polda Kalsel.

Menurut Kapolres Tapin AKBP Zulkifli Ismail melalui Kasatreskrim AKP Susilo, aparat kepolisian berhasil menghenti pelarian kedua pelaku pembunuhan ini pada 9 November sekitar pukul 13.30 Wita, di bengkel samping Gang Bata Merah Desa Barokah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanbu oleh tim gabungan Resmob Polda kalsel, Jatanras Tapin, Jatanras Tabalong, dan Jatanras Tanbu terlebih dahulu menangkap salah seorang pelaku yang turut membantu, kemudian berdasarkan hasil pengembangan di hari yang sama sekitar pukul 14.30 Wita menangkap kedua pelaku beserta barang bukti. “Kini pelaku diamankan di Polres Tapin,” ucapnya.

Atas tindakan pelaku, Susilo menjerat pelaku dengan Pasal 340 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau selama-lamanya 20 tahun penjara. (ard/yn/ram)

To Top