Tinjau Latihan Perang, Korps Wanita TNI Supiri Tank Amfibi Jenderal Gatot Nurmantyo – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Tinjau Latihan Perang, Korps Wanita TNI Supiri Tank Amfibi Jenderal Gatot Nurmantyo

135642_967095_tank

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meninjau puncak Latihan Taktis Antar Kecabangan (Lattis Ancab) TNI AD tahun 2016 di Tanjung Datuk Pulau Natuna Provinsi Kepulauan Riau, (12/11).

Lattis Ancab TNI AD tahun ini mengambil tema “Brigade Infanteri Raider-13/1 Kostrad melaksanakan operasi serangan di wilayah Natuna dalam rangka operasi penindakan Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) Kepulauan Riau.”

Saat melakukan peninjauan, Panglima TNI yang didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono.

Panglima dan Kasad tampak tenang menaiki salah satu Tank angkut Amfibi M113. Dimana pengemudi dan petembaknya diawaki oleh prajurit Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat).

Peninjauan bergerak dari titik tinjau sampai ke sasaran di pulau Pendek yang diskenariokan sebagai tempat kedudukan musuh.

Pada kesempatan itu, Jenderal Gatot menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang terlibat dalam latihan karena berjalan sukses, lancar dan aman.

Tak lupa, Kasad juga memotivasi seluruh prajurit peserta latihan agar tak lekas berpuas diri dengan pencapaian hasil latihan kali ini.

Bahkan, prajurit harus lebih fokus dan semangat lagi dalam menghadapi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) bersama-sama satuan khusus dari matra lain (TNI AL dan TNI AU) yang akan digelar pada tanggal 19 November 2016 dan rencananya akan ditinjau langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Tujuan pelaksanaan Lattis Ancab 2016 agar unsur pimpinan tingkat Brigade mampu melaksanakan prosedur hubungan Komandan dan Staf dalam suatu operasi tempur.

Latis kali ini juga guna mengasah keterampilan dan profesionalisme prajurit dalm hubungan  satuan seperti manuver serangan, pemindahan pasukan dalam situasi taktis, kerja sama Infanteri dan Tank (KSIT).

Juga memberikan bantuan tembakan kepada satuan manuver, melaksanakan penembakan sasaran udara serta mampu melaksanakan implementasi hukum HAM dan Humaniter. (fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top