Bandung Dikepung Banjir, Ridwal Anggap Masih Ditahap Siaga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Bandung Dikepung Banjir, Ridwal Anggap Masih Ditahap Siaga

Banjir-Jakarta-4
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai wilayahnya belum layak masuk kategori darurat bencana banjir. Menurutnya, saat ini Bandung masih dalam kondisi siaga banjir.

“Untul kondisi banjir yang cepat datang dan cepat pergi, dan belum ada pengungsi seperti di kabupaten lain, lebih tepatnya disebut kondisi siaga banjir” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, Senin (14/11).

Menurutnya,Bandung belum menentukan status darurat bencana karena situasi masih bisa diatasi dengan melakukan imbauan-imbauan dan peringatan kepada masyarakat, serta kewaspadaan para petugas terkait.

Terkait dampak banjir yang semakin meluas hingga mengakibatkan stasiun kereta api dan rumah sakit umum terendam air, menurut pria yang akrab disapa Emil itu, tak bisa jadi patokan untuk menetapkan status darurat.

Dijelaskannya, banjir yang terjadi di Bandung belakangan ini lebih disebakan karena faktor alam, yakni curah hujan yang tinggi.

“Memang curah hujan yang tinggi. Pada 24 Oktober lalu, BMKG menyatakan, curah hujan sampai 3 kali lipat,” tegasnya.

Meski begitu, Emil ada faktor di luar alam yang juga berkontribusi menyebabkan banjir. Contohnya ada beberapa bangunan yang memang menghalangi saluran air.

Hal itu terjadi selain di Jalan Babakan Jeruk, kawasan Pasteur juga di Jalan Pagarsih.

“Ada rumah warga dan bangunan milik pengusaha. Walaupun bangunannya hanya satu, tapi berakibat air yang akan melewati saluran malah balik lagi. Apalagi dengan curah hujan yang tinggi,”

Terkait hal ini Emil meminta Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung bekerjasama dengan camat setempat untuk melakukan pendekatan kepada pemilik bangunan.

“Kita akan bongkar akses jalan yang menghalangi saluran air. Itu kan terlalu pendek, jadi akan kita buat lebih tinggi,” katanya.

Selain itu, untuk mengetahui sumber banjir, pihaknya meminta pasukan gorong-gorong untuk bekerja saat hujan turun.

“Saya memantau saat hujan turun, dan baru diketahui, sumbatan-sumbatan air yang menyebabkan banjir. Karena kan banjir itu disebabkan, selain sumbatan saluran, juga air sungai yang meluap,” paparnya. (fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top