DPR Sebut Ada Motif Adu Domba Antar Agama di Balik Peristiwa Bom Samarinda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

DPR Sebut Ada Motif Adu Domba Antar Agama di Balik Peristiwa Bom Samarinda

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – DPR mengutuk keras ledakan bom molotov yang terjadi di Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (14/11). Apalagi, peristiwa itu mengakibatkan satu korban balita bernama Intan Marbun (3) meninggal dan korban anak-anak lainnya menderita luka bakar.

Anggota Komisi VIII DPR Khatibul Umam Wiranu mengatakan, tindakan pengeboman di Gereja Oikumene itu bertentangan dengan Pancasila, agama, konstitusi negara serta undang-undang.

“Kami mengecam dan mengutuk keras aksi pengeboman Gereja Oikumere Samarinda, yang dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak berperikemanusiaan, tidak beradab, dan tidak beragama,” tegas dia dalam pesan singkat, Senin (14/11).

Karena itu, Khatibul berharap agar pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya segera memproses hukum bagi para pelaku pengeboman, serta pembuat skenario pengeboman. Mereka katanya perlu dihukum seberat-beratnya sesuai undang-undang Anti Terorisme dan undang-undang lain yang berlaku.

Ketua Departemen Agama DPP Partai Demokrat itu berpandangan, pelaku dan perencana tindakan pengeboman ini jelas punya motif adu domba antar pemeluk agama yang berbeda. Juga membuat situasi sosial masyarakat  saling curiga dan bisa menciptakan konflik sosial yang lebih luas.

“Sehingga aparat penegak hukum harus menemukan jejaring, mata rantai kelompok ini secara tuntas, agar tidak terjadi aksi pengeboman di tempat-tempat lain,” tegasnya.

Lebih lanjut Khatibul mengatakan, tindakan kekerasan dan aksi terorisme yang bersumber dari pemahaman keagamaan yang ekstrem harus dapat diantisipasi oleh pemerintah. Kementrian Agama khususnya perlu mencari jalan keluarnya dan pendekatan persuasif. Pendidikan keagamaan yang benar perlu menjadi pilihan yang harus diutamakan oleh pemerintah.

“Aksi teror yang kembali mengemuka ini menjadi pekerjaan pemerintah yang harus segera dituntaskan,” pungkasnya. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top