Dua Orang ini Habisi Rahman dengan Motif yang Sama, Marah! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Dua Orang ini Habisi Rahman dengan Motif yang Sama, Marah!

PELAKU PEMBUNUHAN: Kedua orang ini diduga pelaku pembunuhan yang menghilangkan nyawa Taufik Rahman.

PELAKU PEMBUNUHAN: Kedua orang ini diduga pelaku pembunuhan yang menghilangkan nyawa Taufik Rahman.

FAJAR.CO.ID, PARINGIN – Tidak lebih dari dua hari, jajaran Satreskrim Polres Balangan berhasil mengamankan dua pelaku pembunuhan terhadap Taufik Rahman (32), warga Desa Binju, Kecamatan Halong.

Kapolres Balangan AKBP Moh Zamroni melalui Kasubag Humas Polres Balangan AIPTU Piktrus mengungkapkan, sebelumnya dari hasil pemeriksaan saksi, petugas menyimpulkan bahwa Taufik merupakan korban pembunuhan.

“Berdasar hasil penyelidikan Kapolsek Juai IPDA Naf’an, diketahui bahwa keberadaan yang diduga pelaku berada di Kabupaten Barito Timur, Kalteng,” ujarnya.

Selanjutnya kata dia, Sat Reskrim Polres Balangan dan Unit Reskrim Polsek Juai meluncur ke wilayah Barito Timur, dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

Akhirnya, Jumat (11/11) sekitar pukul 03.00 Wita, petugas  telah berhasil mengamankan dua orang yang diduga pelaku pembunuhan korban, yaitu Nurdin (37) dan Jali (34). “Kedua orang ini diamankan di Desa Saing Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, Kalteng,” paparnya.

Untuk motif pembunuh sendiri kata Piktrus, berdasarkan keterangan dari dua orang diduga pelaku tersebut, keduanya marah karena korban mengancam akan membunuh anak perempuan Nurdin.

Sebelumnya kata jelas Piktrus menyampaikan keterangan Nurdin, korban yang merupakan ayah tiri dari anak perempuan Nurdin, mengambil uang anaknya sebanyak Rp500 ribu yang adalah pemberian dari Nurdin. “Anak pelaku Nurdin, tinggal satu rumah dengan korban yang menjadi anak tirinya,” ujar Piktrus.

Melihat uangnya diambil, anak Nurdin lalu marah kepada korban, namun korban balik marah bahkan mengancam akan membunuhnya dengan ibunya yang adalah istri korban sendiri.

Takut, anak Nurdin bersama ibunya kemudian lari dari rumah mencari tempat yang aman untuk berlindung.

Tanpa pikir panjang, anak Nurdin kemudian menelepon Nurdin dan menceritakan kejadian yang ia alami bersama ibunya.

Nurdin bersama adiknya Jali, lalu memutuskan untuk menyambangi kediaman korban, dengan maksud ingin menasihati korban agar tidak bersikap kasar lagi istrinya sendiri dan anak Nurdin.

Namun keduanya tidak mendapati korban di rumahnya. Tapi tidak berapa lama, korban melintas di depan rumah menggunakan sepeda motor, Nurdin dan Jali lalu mengikutinya dari belakang.

Merasa diikuti, korban lalu berhenti dan menanyakan apa maksud dari Nurdin dan Jali membuntutinya. Setelah terjadi cekcok, Jali tanpa pikir panjang menghantam korban dengan linggis hingga tewas. Keduanya lalu melarikan diri. “Barang bukti yang kita amankan yaitu berupa linggis, senjata tajam jenis parang,” ujar Piktrus. (why/ram/ema)

loading...
Click to comment
To Top