Hasil Musyawarah Alim Ulama: Ahok Telah Menodai Keadilan Beragama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Hasil Musyawarah Alim Ulama: Ahok Telah Menodai Keadilan Beragama

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tamam Achda menegaskan, tindakan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), telah mengusik rasa persatuan bangsa.

“Ahok telah menodai keadilan beragama diantara umat beragama di Indonesia,” ujar Tamam di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Senin (14/11).

Menurut Tamam, apa yang telah dilakukan mantan Bupati Belitung tersebut sudah bertentangan dengan Alquran, pada surat An Nisa 140.

“Dan apabila kamu melihat orang-otang memperolok-olok ayat-ayat kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini) maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu),” kutipan surat An Nisa ayat 140.

Karenanya, PPP sebagai partai politik sangat merasakan ketersinggungan umat Islam di Indonesia yang tercermin dalam aksi besar umat Islam, pada Jumat 4 November 2016 lalu.

Namun demikian, ungkap dia, PPP mengimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia menahan diri dan mewaspadai tindakan-tindakan yang bersifat provokatif.

“Kita juga harus tetap waspada pada hal yang sifatnya memecah belah persatuan dan kesatuan,” katanya.

Tamam juga membacakan hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Rapat Pimpinan Nasional I, yang isinya memerintahkan DPP PPP dan Fraksi PPP di DPR dan DPRD melalui segenap instrumen dan jalur parlemen untuk mengawasi serta mengawal jalannya kasus yang membelit Ahok di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Selain itu, PPP meminta agar Polri berpegang teguh kepada profesionalitas, proposionalitas dengan tidak berpihak dan menegakkan keadilan sesuai dengan undang-undang (UU) dan hukum yang berlaku.

“Dengan berpihak kepada prinsip UU dan hukum karena mengingat Indonesia sebagai negara hukum, bukan negara kekuasaan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top