JJ Rizal: Revolusi Mental dan Nawacita Tak Tergambar di RAPBN – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

JJ Rizal: Revolusi Mental dan Nawacita Tak Tergambar di RAPBN

jj-rizal

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sejarawan JJ Rizal mengkritik Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2017 yang diajukan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kepada DPR RI.

Sebab menurut Rizal, dalam RAPBN tahun 2017 nanti tidak menggambarkan janji-janji politiknya saat kampanye pemilu presiden tahun 2014.

“Saat kampanye beliau menggadang-gadang revolusi mental dan nawacita. Tetapi setelah jadi presiden, RAPBN yang diajukannya ke DPR sama sekali tidak mengalokasikan anggaran revolusi mental dan nawacita,” kata Rizal, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/11).

Begitu juga halnya dengan pernyataan mantan Wali Kota Solo itu yang menyatakan agar bangsa Indonesia jangan memunggungi laut lagi, tapi dalam praktiknya menurut Rizal, pemerintahan sekarang begitu bersemangatnya mereklamasi pantai di sejumlah tempat.

Dijelaskannya, dalam nawacita, frase ‘sejarah’ dan ‘kebudayaan’ berada diurutan ke delapan dan ke sembilan. Tapi untuk mengimplementasikan poin nawacita ke depalan dan ke sembilan tersebut kata Rizal, sama sekali tidak melibatkan perguruan tinggi.

“Padahal perguruan tinggi itu merupakan institusi untuk menempa intelektual dan kultur generasi Indonesia berikutnya. Institusi ini mestinya berperan penting dalam membangun karakter bangsa yang didasari sejarah dan budaya bangsa,” tegasnya.

Tidak berperannya institusi perguruan tinggi dalam nawacita tersebut lanjut Rizal, tidak sepenuhnya kelalaian presiden. Menurut dia, itu terjadi karena sebagian besar dari komunitas perguruan tinggi gagal memahami ‘nation’ melalui proses transfer knowledge melalui buku.

“Mayoritas komunitas perguruan tinggi tidak kenal nation karena mereka gagal transfer knowledge melalui buku. Yang mereka baca setiap hari itu buku rekening bank,” tegasnya.

Di tempat yang sama, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menambahkan, revolusi mental saat ini belum jadi gerakan nasional secara terstruktur, sistematis dan massif.

“Yang ada sekarang baru sebatas sponsor revolusi mental dan nawacita, bukan gerakan nasional untuk satu revolusi mental,” imbuhnya. (Fajar)

loading...
Click to comment
To Top