Lagi, PPP Djan Faridz akan Evalusai Dukungan ke Ahok-Djarot – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Jabodetabek

Lagi, PPP Djan Faridz akan Evalusai Dukungan ke Ahok-Djarot

djan faridz

FAJAR.CO.ID, Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz, tiba-tiba saja ingin mengevaluasi kembali dukungannya terhadap Ahok-Djarot.

Tidak lain, Alasan untuk mengevaluasi dukungan itu lantara calon petahana itu tersandung kasus dugaan penistaan Agama.

“Kami akan kaji dan evaluasi lagi dukungan kepada Ahok,” kata Sekretaris Jenderal PPP Djan Faridz, Achmad Dimyati Natakusumah saat dihubungi wartawan, Senin (14/11).

Menurut Dimyati, pengkajian akan dilakukan setelah mendapatkan masukan dari para alim ulama dan juga konstituen partainya.

“Kita juga mau melihat arah pemerintah terutama Presiden,” ujar Dimyati.

Dimyati menyebutkan, salah satu alasan akan ditariknya dukungan yakni gejolak masyarakat pada demonstrasi 4 November 2017.

Pihaknya akan membahas ulang dukungan pada Pilgub DKI Jakarta 2017, termasuk akan membahas dengan PPP pimpinan Romahurmuziy.

“Apakah kita sejalan dengan PPP Romy, masih perlu dirapatkan lagi,” kata Dimyati.

Diketahui, pasangan Ahok-Djarot terancam mendapat sanksi pembatalan ikut Pilkada DKI dari KPU DKI. Sebab, PPP Djan Faridz membuat iklan kampanye mendukung Ahok-Djarot di sejumlah televisi yang tayang saat demo 4 November.

“Iklan PPP pelanggaran berat, bisa diancam pembatalan calon,” kata Ketua KPU DKI Jakarta Sumarsono.

Iklan yang dibuat PPP kubu Djan Faridz juga dinilai melanggar Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye dan PKPU Nomor 12 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye.

Berdasarkan aturan tersebut, pasangan cagub-cawagub dan tim kampanye dilarang beriklan sendiri di media massa. Penayangan iklan difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

Selain itu, waktu penayangan iklan kampanye di media massa ditentukan selama 14 hari sebelum masa tenang pada pilkada, yakni 29 Januari sampai 11 Februari 2017.(rmol/fajar)

loading...
Click to comment
To Top