Mereka Ini yang Sering Bikin Ibu-ibu Panik, Pura-pura Bilang Anak Kecelakaan Padahal Modus Penipuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Mereka Ini yang Sering Bikin Ibu-ibu Panik, Pura-pura Bilang Anak Kecelakaan Padahal Modus Penipuan

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Beberapa waktu lalu Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap sindikiat penipuan dengan modus anak kecelakaan sepulang sekolah. Dari kasus ini, total ada delapan tersangka dan dua orang masih buron.

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto mengatakan, belum lama ini, mereka berhasil menangkap dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu.

“Jadi, dari pengembangan delapan pelaku, didapati dua ini yang berperan sebagai operator komputer dan pemimpinnya,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Minggu (13/11).

Lanjut Budi menerangkan, hingga sekarang total ada sepuluh tersangka yang mereka tangkap dari sindikat yang sudah beroperasi lebih dari lima tahun ini.

Komplotan ini, masih kata Budi, dalam beraksi sangatlah teroganisir. Dan memang harus diberantas hingga ke akar-akarnya, jangan sampai bersisa, karena dikhawatirkan bisa mengulangi perbuatannya dengan modus baru.

“Buktinya, ada sejumlah kasus penipuan yang kita ungkap berbeda, tapi masih berhubungan dengan jaringan ini,” tambah dia.

Sebelumnya Budi Hermanto mengatakan, pelaku mendapatkan data siswa dengan berperan sebagai petugas dari dinas pendidikan. Pelaku menghubungi targetnya dengan terlebih dahulu melihat latar belakang yang dimiliki.

“Jika yang kena dari sekolah favorit dan keluarga berada dia ambil tarif lebih besar tetapi kalau dari sekolah biasa dia menyesuaikan,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Minggu (6/11)

Penyesuaian ini dilakukan untuk memudahkan komunikasi terhadap kkorbannya. Menurut Budi, peran yang dilakukan pelaku diatur sedemikian rupa hingga menyerupai aslinya.

“Pelaku tahu berperan sebagai penjaga sekolah, guru sekolah maupaun dokter rumah sakit. Korban pun terpedaya,” kata Budi.

Menurut Budi, dalam sekali aksi penipuan pelaku bisa meraup 50 juta hingga 100 juta rupiah. Jumlah ini belum ditambah bila pelaku merayu korban untuk membeli peralatan medis lain.

Para tersangka ini pun dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman panling lama empat tahun penjara. Tak hanya itu, polisi juga memperberat pasal pelanggaran dengan memberikan  UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pencucian Uang (TPPU). Mereka diancam kurungan maksimal 20 tahun penjara.(fajar/JPG)

Click to comment
To Top