MIRIS!!! Demi Penuhi Biaya Hidup, Istri Mantan Atlet Nasional Jual Medali Emas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

MIRIS!!! Demi Penuhi Biaya Hidup, Istri Mantan Atlet Nasional Jual Medali Emas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Apa yang ditorehkan oleh Marzuki di masa mudanya ketika menjadi pemain sepakbola nasional tidak sebanding dengan apa yang diperoleh di masa tuanya.

Di usianya yang 48 tahun, mantan atlet nasional di cabang olahraga sepak bola itu kini melakoni profesi sebagai pengajar honorer di SD Negeri Kelapa Dua Wetan 03 Pagi, Jakarta Barat.

Dari pekerjaan itu, dia mendapatkan penghasilan RP 1 juta perbulan. “Dia (suami) tidak mendapatkan UMP, sebulan sekarang cuman dapat Rp 1 juta sekarang. Kemarin malah cuman Rp 900 ribu,” cerita Dyah Renatih (52), istri Marzuki saat mengeluhkan nasibnya kepada Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berada di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/11).

Namun kini hanya menjadi tenaga pengajar honorer. Nasibnya hanya ditambatkan di SD Negeri Kelapa Dua Wetan 03 Pagi, Jakarta Barat.

“Suami saya sudah 11 tahun mengabdi (sebagai guru honorer). Kami sudah menghadap Ahok, Djarot dan Jokowi juga sudah tapi belum ada realisasi untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil),” ungkapnya, Senin (14/11).

Dyah mengadukan nasib suaminya yang merupakan mantan atlet nasional di cabang olahraga sepak bola. Sejatinya, Dyah hanya ingin mendapatkan kejelasan nasib bagi keluarganya. Sebab, wanita yang keseharian berjualan soto itu harus menghidupi tiga dari enam anaknya.

Dyah kemudian menunjukkan beberapa medali yang berhasil diperoleh bersama dengan suaminya selama menjadi atlet.

Sangking susahnya, Dyah kemudian menawarkan kepada siapa pun yang mau membeli medali emasnya. Uangnya hanya untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ini medali emas tingkat Asia‎, bapak dapat dua, satu saya jual buat makan buat bayar rumah. Ini juga mau saya tawarkan untuk bayar rumah. Gaji cuman satu juta mau makan apa?,” tukasnya.

Ahok yang menerima pengaduan tersebut langsung meminta stafnya agar menghubungi dinas terkait. Namun ternyata, Dyah sudah lelah dilempar-lempar. Kini dia pesimis nasibnya akan membaik.

“Tadi katanya mau diteruskan ke dinas terkait, saya pesimis juga karena sudah pernah. capek mas,” katanya sambil menyeka keringat.

Kendati telah memberikan medali bagi Indonesia, dia mengaku tidak pernah mendapatkan apapun dari pemerintah. Bahkan sampai saat ini mereka berdua masih hidup di rumah kontrakan.

“Kalau boleh bisa ditinjau ke tempat kami sekaligus sosialisai dengan warga. Saya yakin banget tidak ditolak,” harapnya.

Usai mendengar keluhan Dyah, Ahok menduga ada beberapa syarat yang tidak dapat terpenuhi saat Marzuki ingin mendaftarkan diri sebagai PNS. “Mungkin berkasnya ada yang kurang, makanya tidak diproses lebih lanjut,” tandasnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top