Warga Desa Eretan Wetan Keluhkan Banjir Rob, Bupati Diminta Turun Tangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Warga Desa Eretan Wetan Keluhkan Banjir Rob, Bupati Diminta Turun Tangan

FAJAR.CO.ID INDRAMAYU – Desa Eretan Wetan, Kabupaten Indramayu kembali terendam banjir rob (gelombang pasang air laut) Senin (14/11).

Ratusan rumah dan fasilitas pendidikan seperti sekolah menjadi lumpuh.

Banjir rob juga tentunya membuat aktifitas perekonomian masyarakat Eretan Wetan menjadi terhambat.

Pantauan Fajar.co.id di desa yang mayoritas penduduknya menjadi nelayan itu, air rob masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 25 cm hingga sekitar satu meter.

Kondisi terparah dialami warga yang rumahnya terletak di pinggir kali yang membelah desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon.

Akses jalan utama desa atau biasa dikenal dengan jalan KUD Misaya Mina juga ikut terendam banjir rob.

Terlihat genangan air kecoklatan merendam jalan yang menuju tempat pelelangan ikan (TPI) yang ada di desa tersebut.

Tentunya kondisi itu membuat lalu lalang masyarakat pengguna jalan itu serat kendaraan pengangkut ikan menjadi terhambat.

Meskipun demikian, proses pelelangan ikan tetap berjalan. Pasalnya, posisi TPI lebih tinggi dibandingkan jalan.

Bajir rob juga menghantam produksi ikan asin yang biasa dilakukan oleh masyarakat desa Eretan Wetan, karena tidak bisa menjemur ikan-ikanya.

Salahsatu Tokoh Desa Eretan Wetan, Kodori menuturkan, banjir rob beberapa bulan terakhir ini memang sudah sangat menyulitkan aktivitas warga.

“Awalnya banjir rob masih belum sesering dan separah ini, tapi sekarang sudah sangat berdampak,” ujar Kodori pada Fajar.co.id, Senin (14/11).

Puncak banjir rob biasanya tiba di saat bulan purnama, terlebih saat terjadinya fenomena supermoon malam ini. Sekolah SD terpaksa diliburkan.

Karena itu, pria yang dikenal sebagai Pamong Budaya ini, berharap ada langkah serius dari pemerintah kabupaten untuk menanggulangi dampak bajir rob yang sudah menyusahkan warga Eretan Wetan.

“Tentu butuh banyak sumberdaya dan alat berat agar sistem saluran dan pembuangan air di desa kami lebih baik, Ini tentu butuh keseriusan Bupati dan Pemda, pihak Desa saja tidak mungkin sanggup,” pungkasnya.

Click to comment
To Top