Banjir Meluas, Ribuan Warga Kota Tangerang Mengungsi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Jabodetabek

Banjir Meluas, Ribuan Warga Kota Tangerang Mengungsi

banjir-ilustrasi-antara

FAJAR.CO.ID, TANGERANG – Sedikitnya 1.500 kepala keluarga (KK) korban banjir di Kota Tangerang masih menempati GOR Priuk dan posko penanganan banjir lainnya, sampai Senin petang (14/11).

Warga belum dapat menempati rumahnya karena air belum juga surut. Kondisi ini diperparah dengan lebatnya curah hujan yang terjadi sejak 14.00-16.30 WIB.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, kondisi banjir terparah berada di RW.07, RW 08, kompleks Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Priuk.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Irman Pujahendra mengatakan, lokasi di kompleks tersebut terparah. Sementara kawasan lain yang juga langganan banjir seperti Kecamatan Cibodas, Cileduk, Karangtengah, Larangan, ketinggian air hanya 30-40 meter.

”Konsentrasi kami terfokus di Total Persada, karena kawasan lain tidak begitu parah,” terang Irman lewat sambungan telepon, Senin (14/11).

Ditambahkan Irman, bencana banjir terjadi sejak Minggu (13/11) tepatnya pukul 17.30 WIB. Akibat meluapnya Kali Cirarap dan Kali Leduk yang membelah Kota Tangerang.

”Evakuasi warga baru bisa kami lakukan sejak pukul 21.00 WIB. Air meluap makin tinggi. Ini yang menyebabkan kondisi lokasi sulit dijangkau,” paparnya.

Terkait dengan logistik, lanjut Irman, BPBD hanya menyiapkan 12 perahu alumunium dan sejumlah perahu karet. ”Kami menurunkan 80 petugas BPBD, ini belum termasuk relawan gabungan dari TNI, Polri,” imbuhnya.

Sejauh ini, mantan Kasatpol PP tersebut, bantuan makanan dan minuman sudah disalurkan di tempat penampungan. Seperti 50 paket lauk pauk, air mineral 50 paket, mi instran 50 paket, termasuk paket selimut, tikar, pakaian anak.

Walikota Arief R. Wismansyah mengatakan, banjir yang ada di beberapa titik di Kota Tangerang akibat curah hujan tinggi, hingga menyebabkan dua kali yang membelah Kota Tangerang meluap.

”Nah untuk meminimalisir, saya sudah perintahkan jajaran untuk menambah pompa. Jika tanggung sudah surut,” terang Arief.

Dari musibah ini, sambung Arief, Pemkot akan menambah, ketinggian turap di wilayah Timur dan Barat khususnya di Kali Angke, dan Kali Cirarab. ”Kemungkinan pelaksanaannya baru bisa dilakukan pada tahun 2017,” imbuhnya.

Nah saat meninjau Situ Bulakan, Arief sempat kecewa. Karena pembangunan turap kurang optimal. ”Itu kan pekerjaan memperkuat dinding. Kita minta diulang untuk lebih maksimal. Sehingga ke depan banjir bisa diminimalisir,” tegas Arief. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top