Elite Golkar Pecah, Hubungan Ical dan Novanto Memanas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Elite Golkar Pecah, Hubungan Ical dan Novanto Memanas

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Hubungan antara Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto makin panas.

Ical sapaan akrab Aburizal Bakrie mendapat surat teguran dari Setya Novanto.

Teguran itu terkait sikap Ketua Dewan Pembina Partai Golkar itu yang menyikapi unjuk rasa Aksi Bela Islam II pada 4 November lalu.

Demo itu menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diadili karena diduga menistakan agama.

Kabar tersebut dibenarkan Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai.

Namun, menurut dia, sebenarnya substansi apa yang‎ disampaikan Ical tidak salah.

“Ada (surat teguran). Saya sih terus terang baru sampai semalam saya mengikuti itu, yang saya baca substansinya itu nggak salah, cuma caranya,” kata Yorrys saat dikonfirmasi awak media, Selasa (15/11).

Dia menjelaskan, pertimbangan yang disampaikan petinggi Partai Golkar hanya bersifat internal, tidak boleh dipublikasikan.

“Sebetulnya masalah etika saja. Kan enggak boleh. Kalau DP (Dewan Pembina) mau menegur, itu hak, boleh-boleh saja, supaya ke depan jangan lagi begitu kan,” tuturnya.

Namun Yorrys memastikan, teguran itu secara politik tidak akan mengganggu hubungan antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan Dewan Pembina Partai Golkar.

“Tidak lah, ganggu bagaimana, paling kita kasih tahu saja,” pungkasnya.

Dari surat yang beredar di kalangan wartawan, disebutkan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai ‎Golkar langsung menggelar rapat harian terbatas dalam rangka merespons pernyataan pers Dewan Pembina partai beringin itu pada 8 November 2016.

Siaran ‎pers yang disampaikan melalui siaran langsung TV One dan disiarkan ulang oleh berbagai media elektronik tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan oleh Dewan Pembina Partai Golkar.

Karena, disamping bertentangan dengan Anggaran Dasar Pasal 21, juga bisa mengganggu keharmonisan antara DPP Partai Golkar dengan Dewan Pembina yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Ketiga, disebutkan bahwa DPP Partai Golkar telah menentukan pertemuan dengan Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar pada 10 November 2016 untuk mendapatkan masukan mengenai berbagai masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai bahan refleksi akhir tahun 2016.

Keempat, disebutkan bahwa ke depan DPP Partai Golkar berharap agar hubungan dengan Dewan Pembina tidak hanya berjalan harmonis sesuai aturan organisasi, tetapi juga harus lebih produktif.

Surat bernomor B-834/Golkar/XI/2016 tertanggal 9 November 2016 itu ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan sekjennya, Idrus Marham.

Click to comment
To Top