FIK UI: Perawat Adalah Kunci Kesejahteraan Bangsa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

FIK UI: Perawat Adalah Kunci Kesejahteraan Bangsa

Ilustrasi Perawat

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Pemerintah diminta memperhatikan nasib perawat. Sebab, perawat menjadi kunci utama dalam memajukan kesejahteraan bangsa.

Hal itu terungkap saat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar The 1st International Nursing Scholars Congress (INSC) dengan tema: “Moving Forward Through the Roles of Nurses Impacting SDGs Achievement: Strategies and Implementation”.

Kongres internasional ini membahas bagaimana implementasi dan strategi perawat dalam menghadapi SDGs dengan sasaran peserta tidak hanya perawat pendidik, tetapi juga praktisi dan pembuat kebijakan.

“Diharapkan dengan adanya kongres ini mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan serta mempersiapkan perawat yang optimal. Perawat adalah aset bangsa,” kata Dekan FIK UI Junaiti Sahar, Selasa (15/11).

Guru Besar Keperawatan Kesehatan Jiwa FIK UI Achir Yani S Hamid mengatakan, perawat memegang kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.

Pasien lebih sering bertemu dengan perawat dibandingkan dokter. Sebab, perawat memiliki waktu kerja dan bertemu lebih sering dengan pasien.

“Perawat itu memegang peran sangat kunci. Kerja perawat 24 jam sehari 7 jam seminggu. Kuncinya perawat menciptakan kesinambungan asuhan pada pasien,” tegas Yani.

Yani menambahkan perawat terdiri dari mayoritas tenaga profesional. Jumlahnya di dunia ada 80 presen dari tenaga kesehatan.

Di Indonesia, sebanyak 60 persen tenaga kesehatan adalah perawat.

“Kita lihat di puskesmas, RS, tak ada tatanan kesehatan tanpa perawat. Lalu home care, perusahaan, pasti ada perawat,” tegasnya.

Yani mendorong pemerintah untuk memajukan nasib perawat dan memfasilitasi mereka lebih berada di depan.

“Kalau tak memajukan perawat untuk memfasilitasi perawat lebih bermakna lagi maka saya tak yakin SDGs akan berhasil. Perawat itu anak bangsa, aset bangsa. Perlu dukungan dan kebijakan yang mengedepankan perawat,” kata Yani.

loading...
Click to comment
To Top