Oalaa.. Bocah Ingusan Pada Hamil, Pernikahan Dini Langsung Meledak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Oalaa.. Bocah Ingusan Pada Hamil, Pernikahan Dini Langsung Meledak

ilustrasi-pernikahan_20151215_194718

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Pernikahan dini, meski tak banyak, jumlahnya cukup mencengangkan. Dulu penyebabnya adalah perjodohan yang berdasarkan budaya atau faktor ekonomi. Kini alasannya lebih banyak karena hamil di luar nikah.

Hal tersebut diungkapkan M Najib, akademisi yang tergabung dalam penelitian menyoroti dampak pernikahan dini terhadap pertambahan jumlah penduduk Kaltim.

Penelitian tersebut merupakan kerja sama Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi (IPADI) Kaltim dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim.

“Berdasarkan hasil kajian ini, tingginya Kaltim dipengaruhi pernikahan dini yang terjadi di kalangan remaja,” ungkap M Najib dalam acara Seminar Hasil Kajian Dampak Kependudukan Kaltim, beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan, pernikahan dini memberikan pengaruh signifikan, yakni 80,8 persen. Sementara itu, 19,2 persen dipengaruhi faktor lain. Semakin banyak penduduk yang menikah pada usia dini akan meningkatkan potensi bayi yang lahir. Sebab, semakin muda perempuan melakukan pernikahan, risiko anak yang dilahirkan semakin banyak. Akhirnya, maraknya para remaja menikah pada usia dini menyebabkan jumlah penduduk bertambah semakin cepat.

Lanjut dia, berdasar data jumlah penduduk Kaltim 2010–2014 meningkat 2,68 persen. Angka itu tinggi dari angka nasional dan sangat mengkhawatirkan. Sebab, memicu ledakan penduduk. Jumlah penduduk besar dengan kualitas sumber daya rendah tentu bukan hal baik.

“Berdasarkan undang-undang, usia minimal perkawinan adalah 16 tahun. Jika belum, harus memiliki dispensasi kawin,” imbuhnya.

Maka, angka pernikahan dini bisa dilihat dari angka dispensasi kawin yang dikeluarkan.  Dia menjelaskan, angka pernikahan dini banyak terjadi di kota-kota besar. Balikpapan dan Samarinda, misalnya. Karena itu, diharapkan ada upaya seluruh komponen masyarakat memberikan pendidikan dan pencerahan terhadap nilai-nilai luhur dalam kehidupan. Selain itu, pemerintah diharapkan membuat aturan antisipatif yang lebih ketat terkait pernikahan dini. (*/nyc/er/k8)

loading...
Click to comment
To Top